IFA.id - Setiap manusia tentu pernah merasakan kegelisahan, keresahan, bahkan beban hidup yang terasa berat.
Dalam Islam, salah satu jalan untuk menemukan ketenangan hati adalah dengan berdoa setelah sholat. Saat seorang hamba baru saja menunaikan sholat, jiwanya masih dalam keadaan suci dan dekat dengan Allah.
Itulah momentum terbaik untuk memohon ketenangan hati dan keikhlasan. Doa setelah sholat tidak hanya berfungsi sebagai pelengkap ibadah, tetapi juga menjadi kunci kedamaian batin yang mendalam.
Rasulullah SAW seringkali berdoa setelah sholat, dan salah satu doa yang dianjurkan adalah memohon agar hati diberikan ketenangan dan kebersihan dari penyakit jiwa.
Baca Juga: Doa Setelah Sholat Lengkap: Arab, Latin, Terjemahan, Dalil, dan Keutamaannya
Dengan doa tersebut, seorang Muslim tidak hanya meminta kebaikan dunia, tapi juga ketentraman batin yang menjadi sumber kekuatan untuk menghadapi segala ujian hidup.
Banyak ulama menyebutkan bahwa doa di akhir sholat adalah waktu mustajab, karena seorang hamba baru saja menghadap Allah dengan penuh khusyuk.
Salah satu doa yang bisa diamalkan agar hati tenang dan ikhlas adalah sebagai berikut:
اَللّٰهُمَّ اجْعَلْ قَلْبِي مُطْمَئِنًّا بِذِكْرِكَ، وَرِضِيًّا بِقَضَائِكَ، وَصَابِرًا عَلَى بَلَائِكَ
Allahumma aj‘al qalbii muthma’inan bidzikrika, wa radhiyyan biqadha’ika, wa shaabiran ‘ala balaa’ika.
“Ya Allah, jadikanlah hatiku tenteram dengan mengingat-Mu, ridha atas ketentuan-Mu, dan sabar atas segala ujian-Mu.”
Baca Juga: Fenomena Tato di Kalangan Anak Muda Muslim: Antara Seni dan Syariat
Doa ini memiliki makna yang sangat dalam. Bagian pertama, “jadikanlah hatiku tenteram dengan mengingat-Mu,” merujuk pada firman Allah dalam QS. Ar-Ra’d ayat 28: “Hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang.”
Artikel Terkait
Makna Syahadat: Pondasi Utama Rukun Islam
Shalat Lima Waktu: Tiang Agama yang Tak Boleh Runtuh
Puasa Ramadan: Lebih dari Sekadar Menahan Lapar
Zakat dalam Islam: Rahasia Bersih Harta dan Jiwa
Haji Mabrur: Puncak Penyempurnaan Rukun Islam