IFA.id–Makanan halal kini tidak hanya menjadi kebutuhan umat Muslim, tetapi juga daya tarik wisata kuliner global. Banyak wisatawan non-Muslim yang ikut jatuh cinta pada cita rasa khas makanan halal yang kaya rempah dan budaya.
Baca Juga: Kuliner Halal Dunia: Dari Rendang hingga Shawarma
Sebut saja Nasi Biryani dari India dan Pakistan, yang kini mendunia. Perpaduan nasi berbumbu saffron, daging halal, dan aroma khas membuatnya selalu jadi incaran turis. Begitu pula dengan Kebab Turki, makanan jalanan populer yang kini bisa ditemukan hampir di seluruh kota besar dunia.Baca Juga: Ekonomi Syariah Masuk Kurikulum, Cetak Generasi Melek Finansial Halal
Di Asia Tenggara, Rendang dari Indonesia dan Sate menjadi ikon kuliner halal yang banyak dicari wisatawan. Tak hanya enak, keduanya juga sarat nilai budaya, membuat pengalaman makan lebih bermakna.
Baca Juga: Fintech Syariah Mendorong Inklusi Keuangan di Pedesaan
Dari Timur Tengah, ada Falafel dan Shawarma yang mendominasi pasar kuliner halal global. Rasa gurihnya mampu memikat lidah wisatawan, menjadikannya pilihan cepat saji yang tetap halal.
Baca Juga: UMKM Syariah Bangkit, Buka Peluang Ekonomi Umat
IFA.id mencatat, kepopuleran makanan halal dunia tidak hanya menguntungkan industri kuliner, tetapi juga memperkuat posisi ekonomi syariah dalam sektor pariwisata. Kuliner halal adalah identitas, budaya, sekaligus peluang ekonomi yang semakin menjanjikan.