news

Tokoh Ulama Tegaskan Korupsi Lebih Kejam dari Pencurian

Rabu, 3 September 2025 | 13:10 WIB
Ulama tolak korupsi (Foto/Ilustrasi)

 

IFA.id – Di sebuah forum kajian, seorang ulama terkemuka mengingatkan: “Korupsi itu lebih kejam daripada pencurian. Jika pencuri mengambil dari satu orang, koruptor merampas hak seluruh rakyat.” Pernyataan ini seketika membuat jamaah terdiam, merenungi dalam-dalam.

Baca Juga: Pentingnya Pendidikan Islam bagi Perempuan: Pilar Kemajuan Umat

Pencurian dalam hukum Islam jelas haram dan memiliki sanksi berat. Namun, korupsi membawa dampak yang lebih luas. Seorang pencuri mungkin mengambil barang milik individu, tetapi koruptor menghisap dana publik yang seharusnya untuk pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga: Pendidikan Islam dan Kesetaraan Gender: Peran Ilmu dalam Membangun Masyarakat yang Adil dan Inklusif

IFA.id mencatat, dalam pandangan Islam, kejahatan yang berdampak pada banyak orang lebih besar dosanya dibandingkan kejahatan yang hanya menimpa satu orang. Al-Qur’an Surah An-Nisa ayat 58 menegaskan: 

Baca Juga: Filsafat Pendidikan Islam: Konsep, Prinsip, dan Relevansinya dalam Dunia Modern

“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil...”

Ayat ini menjadi pondasi bahwa setiap amanah, baik berupa jabatan maupun harta rakyat, tidak boleh dikhianati.

Baca Juga: Konsep Pembelajaran Tahfidz Al-Qur’an: Metode, Manfaat, dan Tips Sukses Menghafal

KH. Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus) pernah menegaskan bahwa korupsi adalah pengkhianatan besar terhadap umat. Sedangkan Prof. Din Syamsuddin menyebut korupsi sebagai “dosa sosial” karena menyakiti banyak orang secara tidak langsung.

Baca Juga: Pendidikan Islam di Sekolah Negeri dan Swasta: Perbandingan, Keunggulan, dan Tantangan

IFA.id mencatat, ulama lintas ormas sepakat: korupsi adalah pengkhianatan yang jauh lebih kejam dibanding pencurian biasa. Akibat korupsi, dana bantuan sosial sering tidak sampai pada rakyat miskin. Pembangunan infrastruktur mandek, sementara pejabatnya hidup mewah. Jika pencurian melukai satu korban, korupsi melukai bangsa.

Baca Juga: Pendidikan Islam Berbasis Teknologi: Inovasi dalam Dakwah dan Pembelajaran

Korupsi bukan sekadar kejahatan hukum, melainkan dosa besar yang lebih kejam dari pencurian. Para ulama mengingatkan agar umat tidak menyepelekan korupsi sekecil apapun, karena dampaknya menghancurkan keadilan dan mengkhianati amanah Allah.

Tags

Terkini

Catatan Seorang Pengamat Kehidupan

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:49 WIB

Sedekah Anak Yatim: Pintu Rezeki yang Jarang Disadari

Kamis, 27 November 2025 | 09:56 WIB