IFA.id -- Setiap tahun, momen Lebaran menjadi waktu yang paling ditunggu-tunggu oleh banyak orang untuk mudik dan berkumpul bersama keluarga besar. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, perubahan gaya hidup, keterbatasan waktu, hingga pandemi telah menggeser tradisi ini ke arah yang lebih digital.
Silaturahmi digital kini menjadi alternatif yang mulai dilirik. Tapi, benarkah silaturahmi digital bisa menggantikan makna mudik yang sesungguhnya?
1. Apa Itu Silaturahmi Digital? Silaturahmi digital merujuk pada aktivitas menjaga dan mempererat hubungan dengan keluarga atau kerabat melalui teknologi digital. Ini bisa berupa:
-
Video call (WhatsApp, Zoom, Google Meet)
-
Chatting grup keluarga
-
Kirim foto, voice note, atau video ucapan
-
Kirim parsel atau hampers Lebaran via marketplace
Fenomena ini semakin marak, terutama saat pandemi COVID-19 yang memaksa banyak orang menunda mudik. Bahkan setelah pandemi pun, banyak yang tetap memilih silaturahmi digital karena efisiensi waktu dan biaya.
2. Kenapa Banyak Orang Tidak Bisa Mudik? Beberapa alasan umum kenapa banyak orang memilih tidak mudik:
Baca Juga: Cara Ampuh Atasi Homesick Tanpa Mudik: Tetap Bahagia Meski Jauh dari Rumah
-
Biaya perjalanan yang mahal
-
Jarak yang terlalu jauh
-
Kesibukan kerja dan keterbatasan cuti
-
Alasan kesehatan dan keamanan