IFA.id -- Memilih sahabat dalam Islam bukan hanya soal kecocokan, tapi juga kebaikan akhlak dan keimanan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
"Seseorang itu tergantung agama sahabatnya, maka hendaklah salah seorang dari kalian melihat siapa yang menjadi sahabatnya." (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)
Carilah teman yang selalu mengingatkan dalam kebaikan, bukan yang menjerumuskan dalam keburukan.
Saling Menasihati dalam Kebaikan
Sahabat sejati adalah mereka yang tidak ragu untuk mengingatkan kita jika berbuat salah. Dalam Al-Qur’an, Allah berfirman:
"Demi masa. Sesungguhnya manusia benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran." (QS. Al-'Asr: 1-3)
Jangan takut untuk memberi dan menerima nasihat, karena itu tanda kasih sayang sejati dalam Islam.
Baca Juga: Bagaimana Cara Mengatasi Konflik dengan Pendekatan Islami? Temukan Solusinya di Sini!
Jaga Amanah dan Hindari Ghibah
Jangan sampai persahabatan rusak hanya karena mengumbar rahasia atau membicarakan keburukan di belakang. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
"Barang siapa menutupi (aib) seorang Muslim, Allah akan menutupi aibnya di dunia dan akhirat." (HR. Muslim)
Jika ada permasalahan, bicarakan langsung dengan sahabat, bukan malah membicarakan di belakangnya.
Bersikap Sopan dan Lemah Lembut
Sikap ramah dan lembut dapat membuat hubungan lebih harmonis. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah teladan terbaik dalam hal ini. Dalam sebuah hadis, beliau bersabda:
"Sesungguhnya kelembutan tidaklah ada dalam sesuatu kecuali akan menghiasinya, dan tidak dicabut dari sesuatu kecuali akan memperburuknya." (HR. Muslim)
Jangan mudah tersinggung dan perbanyak sikap toleransi agar persahabatan tetap harmonis.