IFA.id -- Puasa bukan hanya sekadar menahan lapar dan haus, tetapi juga bagian dari tradisi dan budaya yang unik di berbagai belahan dunia. Setiap negara memiliki cara tersendiri dalam menjalankan ibadah puasa, baik dalam ajaran Islam maupun tradisi lainnya.
Dari waktu puasa terpanjang hingga tradisi berbuka yang unik, berikut adalah 10 fakta menarik tentang budaya puasa di berbagai negara yang wajib kamu tahu!
1. Puasa dengan Durasi Terpanjang dan Terpendek
Puasa di negara-negara dekat Kutub Utara seperti Norwegia, Islandia, dan Finlandia bisa berlangsung hingga 20-22 jam sehari selama Ramadhan. Sebaliknya, di negara seperti Argentina dan Chili, durasi puasa bisa jauh lebih singkat, berkisar antara 10-12 jam.
2. Tradisi Unik Berbuka Puasa di Turki
Di Turki, ada tradisi unik di mana para penabuh genderang ("Davulcu") berkeliling di pagi buta untuk membangunkan warga agar sahur. Tradisi ini sudah berlangsung sejak era Kesultanan Utsmaniyah.
Baca Juga: Keunikan Tradisi Ramadhan di Berbagai Daerah di Indonesia
3. Puasa dalam Kondisi Ekstrem di Greenland
Di Greenland, komunitas Muslim yang kecil menghadapi tantangan besar karena matahari bisa bersinar hampir 24 jam di musim panas. Oleh karena itu, mereka biasanya mengikuti jadwal puasa Mekah atau negara Muslim terdekat.
4. Indonesia dengan Tradisi Megengan
Di Indonesia, khususnya di Jawa, ada tradisi Megengan, yaitu acara syukuran menjelang Ramadhan dengan menyajikan tumpeng dan doa bersama sebagai bentuk persiapan spiritual.
5. Puasa di Uni Emirat Arab dengan Berbuka Bersama di Jalanan
Di UEA, banyak warga dan organisasi menyediakan iftar gratis di jalanan dan masjid untuk para pekerja dan orang yang membutuhkan. Suasana berbuka bersama ini menciptakan rasa kebersamaan yang kuat.
6. Mesir dan Tradisi Fanous Ramadhan
Di Mesir, bulan Ramadhan dihiasi dengan lentera warna-warni yang disebut "Fanous". Lentera ini melambangkan cahaya dan kebersamaan selama bulan suci.
Baca Juga: Ngabuburit: Sejarah Unik & Ide Seru untuk Menunggu Waktu Berbuka!
7. Puasa dalam Kondisi Perang di Palestina
Di Palestina, umat Muslim tetap menjalankan puasa meskipun dalam kondisi sulit akibat konflik yang berkepanjangan. Semangat kebersamaan dan keteguhan hati tetap terjaga di bulan suci.
8. Puasa di Jepang dengan Komunitas Muslim Kecil
Di Jepang, umat Muslim harus menyesuaikan diri dengan lingkungan non-Muslim yang tidak mengenal tradisi puasa. Namun, berbagai komunitas Muslim di sana tetap menjalankan ibadah dengan penuh semangat dan sering mengadakan iftar bersama di masjid-masjid kecil.
9. Tradisi Berbuka Puasa dengan Kurma di Arab Saudi
Di Arab Saudi, berbuka dengan kurma adalah tradisi yang sangat dijunjung tinggi, mengikuti kebiasaan Rasulullah. Hampir setiap rumah dan masjid menyediakan kurma sebagai menu utama iftar.
Baca Juga: Mau Berbagi Takjil Gratis? Begini Cara Mudah dan Efektif di Lingkungan Sekitar!