IFA.id -- Desa Bandar Barang di Kabupaten Purbalingga kini dikenal sebagai "Kampung Talas" berkat inovasi anak muda dalam mengembangkan budidaya talas.
Kirin Alvisah (17), seorang remaja yang terjun ke dunia pertanian, membuktikan bahwa bertani bisa menjadi peluang usaha yang menjanjikan.
Berkat kegigihannya, banyak warga mulai beralih dari menanam padi dan cabai ke budidaya talas.
Tak hanya mengelola pertanian, Kirin juga memanfaatkan media sosial seperti Facebook untuk memasarkan produknya.
Baca Juga: Bang Ami: Melestarikan Cita Rasa Betawi di Tengah Modernisasi
Dalam setahun, panen talas dari desanya bisa mencapai 50 ton dan dikirim ke berbagai kota seperti Jakarta, Bandung, dan Sumedang.
Talas dari Kampung Talas memiliki keunggulan berupa rasa yang lebih pulen dan tidak menyebabkan gatal.
Selain umbinya yang dijual, bagian lain dari tanaman ini juga dimanfaatkan, seperti daunnya untuk pakan ikan dan batangnya sebagai bahan pakan ternak.
Harga jual talas di tingkat tengkulak berkisar Rp9.000–Rp10.000 per kilogram, menjadikannya sebagai usaha yang menguntungkan.
Baca Juga: Dari Budidaya Ikan Rasbora, Bisa Menyekolahkan Anak Sampai Sarjana
Lebih dari sekadar bisnis, Kirin juga berupaya membuka lapangan pekerjaan bagi warga sekitar, terutama bagi orang tua yang kesulitan mendapatkan penghasilan.
Para pekerja harian mendapat bayaran serta tunjangan makan, sehingga usaha ini turut berkontribusi pada kesejahteraan masyarakat.
Melalui Kampung Talas, Kirin ingin mengubah persepsi bahwa bertani bukanlah pekerjaan kuno, tetapi profesi yang menjanjikan.
Ia mengajak anak muda untuk tidak ragu terjun ke sektor pertanian, membangun ketahanan pangan, dan menggerakkan perekonomian desa.