IFA.id -- Rais 'Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Miftachul Akhyar menyebut pentingnya peran para ibu. Ia menilai, sosok yang dikenal dengan emak-emak itu adalah madrasah bagi anak.
"Ini tuh bahasa yang umum emak-emak. Emak-emak adalah madrasah," terangnya dalam acara Pembukaan Kongres XVIII Muslimat NU di Jatim Expo Surabaya yang turut disiarkan secara daring, Senin (10/2/2025) sore.
KH Miftachul Akhyar juga menuturkan sebutan emak-emak bukanlah hal yang rendah. Terlebih, Al-Qur'an menyebut kata ibu minimal dua kali di dalamnya.
"Jangan dibilang emak-emak ini sebutan yang rendah. Al-Qur'an minimal 2 kali menyebut," lanjutnya.
Baca Juga: Kisah Sukses Qonny Ilma Nafianti: Peternak Ayam Sentul dengan Omzet Rp40 Juta Per Bulan
Ia menilah, sosok yang sempat menjabat Ketua Umum MUI itu mengatakan di dalam Al-Qur'an bahkan terdapat surah An Nisa. Dengan begitu, kata dia, kitab suci umat Islam mengakui kemuliaan para ibu-ibu.
"Di Al-Qur'an ada surah An Nisa dan beberapa yang lain, maka Islam mengakui kekuatan dan kemuliaan para ibu-ibu ini," tuturnya.
Kiai asal Surabaya itu menyebut mempersiapkan sosok ibu sama artinya dengan mempersiapkan generasi yang akan mengharumkan bangsa dan negara.
Baca Juga: Dulu Dihina Karena Jualan Gorengan, Kini Sukses Punya 25 Outlet
"Kalau kalian mempersiapkan para ibu-ibu sebagai madrasah dengan sebaik-baiknya berarti kalian telah mempersiapkan generasi yang harum namanya, yang punya wibawa yang besar yang akan mengharumkan bangsa dan negara dan memakmurkan negara ini," jelasnya.
Lalu, pihaknya menginginkan Kongres XVIII Muslimat NU kali ini bisa mengeluarkan beberapa keputusan yang bermanfaat serta membawa kesejahteraan dan perubahan ke arah kebaikan.
"Semoga kongres yang ke-18 ini melahirkan keputusan-keputusan yang maslahat manfaatnya, membawa kesejahteraan, membawa perubahan yang signifikan dalam kebaikan dan akhirnya negara kita menjadi negara yang subur dan makmur," pungkasnya.