lFA.id -- Ribuan penduduk Gaza memenuhi lapangan as-Saraya untuk merayakan penghentian tembakan setelah konflik berkepanjangan antara Hamas dan Israel. Penduduk melihat peristiwa penting pemulangan orang yang diambil sebagai sandera.
Tiga perempuan Israel yang sebelumnya ditahan oleh Hamas, dibebaskan sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata yang telah disetujui. Orang-orang Palestina yang ditahan oleh Israel juga akan dibebaskan.
Berita dari Al Jazeera menunjukkan suasana penuh rasa bahagia di antara kerumunan penduduk Gaza yang menyaksikan langsung proses penyerahan sandera.
Baca Juga: Hampir 1.100 Anak Bayi Meninggal karena Serangan Israel di Gaza sejak tahun 2023
Mereka berkumpul di sekitar mobil Palang Merah yang membawa tiga sandera tersebut. Penduduk mengibarkan bendera Palestina dan berteriak, “Allahu Akbar”.
Hamas secara resmi menyerahkan ketiga sandera dari Israel pada hari Minggu (19/1/2025), tepat setelah pengumuman gencatan senjata.
Pasukan Brigade Qassam tampak menjaga dan membatasi jumlah warga yang berkumpul di area tersebut untuk memastikan proses penyerahan berjalan dengan lancar.
Menurut laporan dari SkyNews, tiga orang sandera tersebut diserahkan kepada tim Palang Merah sebelum akhirnya mereka dibawa oleh militer Israel ke bagian selatan Israel.
Di dalam video yang beredar, ketiga wanita itu terlihat dalam keadaan sehat, bahkan terlihat tertawa dan melambaikan tangan kepada anggota Hamas sebelum mereka pindah lokasi.
Kondisi ketiga wanita itu juga telah dikonfirmasi oleh pihak Sheba Medical Center. "Ketiga wanita itu dalam keadaan baik," ujar perwakilan dari rumah sakit tersebut.