IFA.ID -- Kebakaran terjadi pada malam hari. Asap tebal pertama kali terlihat dari lantai tujuh gedung yang sebagian besar dihuni oleh diskotik
Saksi mata melaporkan adanya bau gosong sebelum api mulai menyebar dengan cepat ke lantai lainnya. Pemadam kebakaran segera dikerahkan ke lokasi setelah menerima laporan.
Sebanyak 20 unit mobil pemadam kebakaran dan lebih dari 100 personel diturunkan untuk memadamkan api.
Baca Juga: 10 Cheklist Pertanyaan Wajib Kamu Jawab Sebelum Melamar Pasanganmu Sesuai Ajaran Islam
Pemadaman berlangsung selama lebih dari lima jam karena sulitnya akses ke beberapa bagian gedung yang sudah dipenuhi asap tebal. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, tetapi beberapa orang mengalami gangguan pernapasan ringan akibat terpapar asap.
Penyebab Kebakaran
1. Masalah Kelistrikan
Penyebab utama kebakaran diduga berasal dari korsleting listrik di salah satu toko. Sistem kelistrikan yang sudah tua dan kurangnya perawatan menjadi faktor yang memperbesar risiko ini.
2. Kurangnya Sistem Keamanan Kebakaran
Glodok Plaza diketahui memiliki sistem keamanan kebakaran yang terbatas. Alarm kebakaran dan alat pemadam api ringan (APAR) tidak berfungsi optimal saat kejadian, yang memperlambat respons awal terhadap kebakaran.
Baca Juga: Inspirasi Perjalanan Kehidupan Umar bin Khattab RA yang Harus Kamu Ketahui
Dampak Kebakaran
1. Kerugian Ekonomi
Kebakaran ini mengakibatkan kerugian yang diperkirakan mencapai miliaran rupiah. Ratusan toko elektronik kehilangan barang dagangan mereka, sementara aktivitas perdagangan di sekitar kawasan Glodok terganggu selama beberapa hari.
2. Gangguan Sosial
Sebagai salah satu pusat perdagangan utama, kebakaran di Glodok Plaza menyebabkan kekacauan bagi para pedagang dan pembeli. Banyak pedagang kehilangan mata pencaharian, sementara konsumen kehilangan akses ke barang dan layanan yang mereka butuhkan.
3. Risiko Kesehatan
Paparan asap kebakaran menyebabkan beberapa orang mengalami gangguan pernapasan. Selain itu, limbah berbahaya dari material yang terbakar, seperti plastik dan bahan kimia, dapat mencemari udara dan lingkungan sekitar.
Baca Juga: Pasmina Meleyot ala Selebriti Tanah Air, Kenapa Tren?
Langkah Pencegahan
1. Modernisasi Sistem Kelistrikan
Pemilik gedung harus memastikan bahwa instalasi listrik diperiksa dan diperbarui secara berkala. Pemeriksaan rutin oleh teknisi profesional dapat mengurangi risiko korsleting yang dapat memicu kebakaran.
2. Peningkatan Sistem Keamanan Kebakaran
Gedung-gedung publik seperti pusat perbelanjaan harus dilengkapi dengan sistem keamanan kebakaran yang memadai, termasuk alarm kebakaran yang berfungsi, alat pemadam api ringan (APAR), dan sprinkler otomatis. Selain itu, pelatihan evakuasi harus dilakukan secara rutin untuk memastikan kesiapan pengunjung dan staf.