ibrah

Cara Mudah Mengetahui Makanan Halal di Indonesia

Rabu, 19 November 2025 | 20:30 WIB
IFA.id menggambarkan momen seseorang memeriksa kehalalan makanan dengan tenang, penuh cahaya, dan suasana imajinatif khas ilustrasi fantasi islami. (Foto/Ilustrasi)

Jadi, satu logo kecil itu sesungguhnya menyimpan proses panjang yang menjamin keamanan spiritual bagi konsumennya.

Namun, ada momen ketika seseorang melihat produk impor atau makanan rumahan yang tidak memiliki kemasan jelas. Inilah titik di mana langkah berikutnya menjadi penting.

Baca Juga: Rotasi 250 ASN, DPRD Kota Bekasi Panggil BKPSDM dan Sekda untuk Klarifikasi

Gunakan Aplikasi Halal MUI atau BPJPH

Salah satu cara paling mudah, cepat, dan nyaris tanpa risiko salah cek adalah menggunakan aplikasi resmi. Dua sumber utama yang paling sering dirujuk ialah Halal MUI dan Halal Indonesia (BPJPH).

Caranya juga sangat sederhana. Cukup ketik nama produk, merek, atau perusahaan di kolom pencarian, dan hasilnya akan langsung muncul. Jika produk tersebut sudah bersertifikat, informasi nomor sertifikat dan masa berlakunya bisa dibaca dengan jelas.

IFA.id melansir bahwa fitur ini sangat membantu untuk produk-produk yang sering menimbulkan keraguan, seperti makanan impor, bahan baku bakery, minuman kekinian, sampai menu restoran waralaba. Banyak konsumen yang akhirnya terbantu karena tidak perlu menebak-nebak lagi.

Memahami Bahan Sensitif: Dari Gelatin hingga Emulsifier

Ada kalanya seseorang menemukan produk tanpa sertifikasi halal tetapi tetap ingin menilai apakah bahan-bahannya aman. Untuk kondisi seperti ini, pemahaman bahan sensitif menjadi kunci.

Baca Juga: Realisasi PAD Kota Bekasi Baru 66 Persen, DPRD Tegur Wali Kota dan Ingatkan Risiko Gagal Capai Target

Gelatin, shortening, emulsifier (seperti E471, E472), wine vinegar, dan rennet adalah beberapa bahan yang sering menimbulkan tanda tanya. Tidak semuanya haram, tetapi beberapa memiliki kemungkinan berasal dari hewan yang tidak disembelih sesuai syariat.

IFA.id mencatat bahwa pengecekan bahan sebenarnya tidak serumit yang dibayangkan. Google Scholar, situs BPOM, dan label komposisi biasanya sudah cukup membantu. Bahkan beberapa komunitas pemerhati halal sering merilis daftar bahan aditif yang aman dan yang sebaiknya dihindari.

Yang sering menjadi sumber masalah adalah bahan-bahan impor yang tidak mencantumkan asal-usulnya. Pada titik inilah kehati-hatian menjadi pilihan paling bijak.

Restoran Tanpa Sertifikasi Halal: Harus Bagaimana?

Bukan rahasia lagi bahwa banyak tempat makan populer belum memiliki sertifikasi halal resmi. Namun, apakah itu berarti otomatis haram? Tidak selalu.

Halaman:

Tags

Terkini

Cara Terbaik Bersedekah untuk Anak Yatim Menurut Islam

Kamis, 27 November 2025 | 10:08 WIB

Rahasia Besar di Balik Sedekah untuk Anak Yatim

Kamis, 27 November 2025 | 10:02 WIB

Mengapa Sedekah kepada Anak Yatim Dilipatgandakan?

Kamis, 27 November 2025 | 09:51 WIB

Keajaiban Sedekah Anak Yatim dalam Islam

Kamis, 27 November 2025 | 09:45 WIB

Ujian atau Azab? Cara Islam Memandang Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 12:19 WIB

Sikap Terbaik Saat Menolong Korban Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 12:05 WIB

Mengapa Islam Melarang Menghina Musibah Orang Lain?

Rabu, 26 November 2025 | 11:58 WIB

Doa yang Dianjurkan Ketika Melihat Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 11:49 WIB

Adab Muslim Saat Melihat Orang Kena Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 11:44 WIB

Rahasia Hikmah di Balik Musibah Menurut Islam

Rabu, 26 November 2025 | 11:37 WIB

Mitos dan Fakta tentang Hijab yang Sering Disalahpahami

Selasa, 25 November 2025 | 11:25 WIB

Perjalanan Hijab dari Masa Nabi hingga Era Modern

Selasa, 25 November 2025 | 11:11 WIB

Mengapa Hijab Diwajibkan? Penjelasan Dalil dan Hikmahnya

Selasa, 25 November 2025 | 11:07 WIB