Jadi, satu logo kecil itu sesungguhnya menyimpan proses panjang yang menjamin keamanan spiritual bagi konsumennya.
Namun, ada momen ketika seseorang melihat produk impor atau makanan rumahan yang tidak memiliki kemasan jelas. Inilah titik di mana langkah berikutnya menjadi penting.
Baca Juga: Rotasi 250 ASN, DPRD Kota Bekasi Panggil BKPSDM dan Sekda untuk Klarifikasi
Gunakan Aplikasi Halal MUI atau BPJPH
Salah satu cara paling mudah, cepat, dan nyaris tanpa risiko salah cek adalah menggunakan aplikasi resmi. Dua sumber utama yang paling sering dirujuk ialah Halal MUI dan Halal Indonesia (BPJPH).
Caranya juga sangat sederhana. Cukup ketik nama produk, merek, atau perusahaan di kolom pencarian, dan hasilnya akan langsung muncul. Jika produk tersebut sudah bersertifikat, informasi nomor sertifikat dan masa berlakunya bisa dibaca dengan jelas.
IFA.id melansir bahwa fitur ini sangat membantu untuk produk-produk yang sering menimbulkan keraguan, seperti makanan impor, bahan baku bakery, minuman kekinian, sampai menu restoran waralaba. Banyak konsumen yang akhirnya terbantu karena tidak perlu menebak-nebak lagi.
Memahami Bahan Sensitif: Dari Gelatin hingga Emulsifier
Ada kalanya seseorang menemukan produk tanpa sertifikasi halal tetapi tetap ingin menilai apakah bahan-bahannya aman. Untuk kondisi seperti ini, pemahaman bahan sensitif menjadi kunci.
Gelatin, shortening, emulsifier (seperti E471, E472), wine vinegar, dan rennet adalah beberapa bahan yang sering menimbulkan tanda tanya. Tidak semuanya haram, tetapi beberapa memiliki kemungkinan berasal dari hewan yang tidak disembelih sesuai syariat.
IFA.id mencatat bahwa pengecekan bahan sebenarnya tidak serumit yang dibayangkan. Google Scholar, situs BPOM, dan label komposisi biasanya sudah cukup membantu. Bahkan beberapa komunitas pemerhati halal sering merilis daftar bahan aditif yang aman dan yang sebaiknya dihindari.
Yang sering menjadi sumber masalah adalah bahan-bahan impor yang tidak mencantumkan asal-usulnya. Pada titik inilah kehati-hatian menjadi pilihan paling bijak.
Restoran Tanpa Sertifikasi Halal: Harus Bagaimana?
Bukan rahasia lagi bahwa banyak tempat makan populer belum memiliki sertifikasi halal resmi. Namun, apakah itu berarti otomatis haram? Tidak selalu.