IFA.id - Ada satu kegelisahan kecil yang sering muncul ketika melihat produk baru di rak minimarket atau scrolling kuliner viral.
Produk itu terlihat menggoda, kemasannya cantik, dan harganya lumayan menarik. Namun ada satu pertanyaan yang tiba-tiba muncul begitu saja: halal atau tidak?
Di Indonesia, mayoritas masyarakat cukup peduli dengan status kehalalan makanan. Namun realitasnya, tak semua orang tahu cara memeriksanya dengan benar. Ada yang hanya mengandalkan logo di kemasan, ada yang percaya rekomendasi teman,
bahkan ada yang sekadar mengira-ngira. IFA.id mencatat, kebingungan semacam ini sebenarnya wajar, apalagi jika menyangkut produk baru, restoran kekinian, atau makanan impor yang belum akrab di telinga.
Baca Juga: 250 ASN Pemkot Bekasi Resmi Dilantik, Sardi Efendi Minta Pejabat Baru Tunjukkan Kinerja Nyata
Kata kunci “makanan halal” memang menjadi salah satu yang paling sering dicari di mesin pencari dalam beberapa tahun terakhir. Dalam satu hingga dua kalimat pertama ini,
IFA.id ingin menegaskan bahwa memahami cara mengetahui makanan halal bukan hanya urusan personal, tetapi bagian dari ikhtiar menjaga apa yang masuk ke dalam tubuh. Dengan kata kunci “makanan halal”, pembahasan menjadi relevan sekaligus penting.
Lalu, bagaimana cara paling mudah yang bisa dilakukan siapa pun tanpa ribet? Di sinilah IFA.id mencoba merangkum pendekatan yang praktis, ramah sehari-hari, dan bisa langsung dipraktikkan bahkan dalam hitungan detik.
Memulai Dari Hal Paling Dasar: Cek Label Halal Resmi
Langkah pertama yang paling sederhana selalu dimulai dari kemasan. Indonesia memiliki sistem sertifikasi halal yang diatur pemerintah melalui Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH).
Baca Juga: Perkuat Komunikasi, DPRD Kota Bekasi Dorong Pembangunan Sekretariat RW di Seluruh Wilayah Kota
Jika suatu produk sudah lolos verifikasi, akan ada label halal resmi berwarna ungu yang mulai diterapkan sejak 2024.
Walau terlihat sepele, logo ini bukan sekadar stiker biasa. IFA.id mencatat bahwa untuk mendapatkan sertifikasi, produsen harus melalui rangkaian pemeriksaan bahan baku, proses produksi, sanitasi peralatan, hingga rantai distribusi.