Doa lainnya yang sering dianjurkan:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ رِزْقًا طَيِّبًا ، وَعِلْمًا نَافِعًا ، وَعَمَلًا مُّتَقَبَّلًا
Allahumma inni as’aluka rizqan tayyiban, wa ‘ilman naafi’an, wa ‘amalan mutaqabbalan
Artinya: “Ya Allah, aku mohon kepada-Mu rezeki yang baik, ilmu yang bermanfaat, dan amal yang diterima.”
Baca Juga: Keajaiban Sholat Tahajud: Saat Langit Membuka Pintu Rahmat
Lebih lanjut, satu doa yang sering dikaitkan dengan mustajabnya tahajud:
اللَّهُمَّ اكْفِنِي بِحَلاَلِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَأَغْنِنِي بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ
Allahumak-finii bi halalika ‘an haramika, wa agh-nini bi fadhlika amman siwaka
Artinya: “Ya Allah, cukupkanlah aku dengan yang halal dari-Mu, dan jauhkanlah aku dari yang haram, dan cukupkanlah aku dengan karunia-Mu dari bergantung kepada selain-Mu.”
Meskipun tidak ada survei kuantitatif besar mengenai kaitan tahajud dengan rezeki finansial, banyak kisah orang muslim yang menyampaikan bahwa perekonomiannya membaik setelah konsisten ibadah malam:
-
Seorang pengusaha kecil yang sempat gulung tikar, lalu setiap malam istiqamah tahajud dan membaca doa di atas, kemudian menemukan mitra bisnis tak terduga.
-
Mahasiswa yang terbebani hutang, lalu mulai bangun malam untuk ta’lim dan ibadah, merasa lebih tenang dan mendapatkan peluang beasiswa.
Baca Juga: Berbagi Tanpa Henti: Jalan Sunyi Menuju Kebahagiaan Abadi
Kisah seperti ini warnanya redup di ranah publik, tapi resonansinya kuat di komunitas kajian. Mereka menyebut: “Tahajud membuka hati, membuka harapan, membuka jalan.” Meski demikian, kisah tak berarti seolah menjadi jaminan mutlak.
Agar harapan terhadap rezeki melalui tahajud tidak berubah menjadi ilusi, IFA.id merangkai beberapa kiat agar doa dan ibadah malam ini berjalan beriringan dengan usaha nyata:
-
Niat yang lurus & sabar
Tanam bahwa tahajud bukan “mesin uang”, melainkan sarana mendekatkan diri kepada Allah. Niatkan sebagai ibadah. -
Konsistensi kecil tetapi rutin
Mulai dari 2 rakaat, lalu tambah bila mampu. Konsistensi lebih utama daripada jumlah besar sekali-sekali.