Kamis, 4 Juni 2026

Tahajud untuk Rezeki dan Ketentraman: Fakta atau Mitos?

- Senin, 13 Oktober 2025 | 11:40 WIB
Sujud dalam sunyi, ketika sepertiga malam menjadi saksi antara hamba dan Tuhannya. (Foto/Ilustrasi)
Sujud dalam sunyi, ketika sepertiga malam menjadi saksi antara hamba dan Tuhannya. (Foto/Ilustrasi)

IFA.id - Dalam banyak khutbah, kajian, dan cerita inspiratif, sering terdengar bahwa mereka yang istiqamah tahajud akan “dibanjiri rezeki”, “terbuka pintu rezeki”, atau “ada jalan tak terduga” yang muncul.

Ungkapan-ungkapan ini kadang diperkuat dengan kisah nyata misalnya ketika seseorang jatuh miskin kemudian kembali stabil finansial setelah konsisten ibadah malam.

Namun, dari sisi keilmuan dan fikih, tidak ada satu hadis shahih yang secara eksplisit menjamin bahwa setiap yang tahajud otomatis diberi kemakmuran dunia.

Yang Allah janji adalah: “Barang siapa menyeru-Ku, akan Aku perkenankan seruannya…” (QS. Al-Mu’min 40:60) atau “Dan dari sebagian malam, kerjakanlah Tahajud sebagai ibadah tambahan…” (QS. Al-Isra’ 17:79). 

Baca Juga: Dari Gelap ke Terang: Kisah Nyata Orang yang Hidupnya Berubah Karena Tahajud

Jadi, harapan rezeki harus tetap dikaitkan dengan usaha, keikhlasan, dan tawakal—bukan sekadar doa tanpa kerja.

a) Keutamaan Tahajud

Tahajud termasuk dalam qiyamul lail (ibadah malam) yang dijelaskan dalam Al-Qur’an sebagai amalan yang dianjurkan meskipun tidak diwajibkan.
Allah berfirman:

“Dan pada sebagian malam, kerjakanlah Tahajud sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhanmu membangkitkanmu ke tempat yang terpuji.” (QS. Al-Isra’ 17:79) 

Rasulullah SAW juga mempraktikkan ibadah malam ini. Dalam hadis disebutkan bahwa beliau memulai doa di tahajud dengan lafaz pujian: Allâhumma rabbana lakal hamdu

Baca Juga: Rahasia Ilmiah di Balik Sholat Tahajud: Antara Ketenangan dan Kesehatan

b) Doa Setelah Tahajud & Doa Meminta Rezeki

Beberapa riwayat dan ulama menyarankan agar setelah tahajud dibarengi dengan doa memohon rezeki, keampunan, dan petunjuk. Salah satu doa yang populer:

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي ، وَارْحَمْنِي ، وَاهْدِنِي ، وَعَافِنِي ، وَارْزُقْنِي

Allahummaghfirlii, warhamnii, wahdinii, wa ‘aafinii, warzuqnii
Artinya: “Ya Allah, ampunilah aku, kasihilah aku, beri petunjuk kepadaku, sehatkanlah aku, dan berikanlah rezeki kepadaku.” 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Cara Terbaik Bersedekah untuk Anak Yatim Menurut Islam

Kamis, 27 November 2025 | 10:08 WIB

Rahasia Besar di Balik Sedekah untuk Anak Yatim

Kamis, 27 November 2025 | 10:02 WIB

Mengapa Sedekah kepada Anak Yatim Dilipatgandakan?

Kamis, 27 November 2025 | 09:51 WIB

Keajaiban Sedekah Anak Yatim dalam Islam

Kamis, 27 November 2025 | 09:45 WIB

Ujian atau Azab? Cara Islam Memandang Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 12:19 WIB

Sikap Terbaik Saat Menolong Korban Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 12:05 WIB

Mengapa Islam Melarang Menghina Musibah Orang Lain?

Rabu, 26 November 2025 | 11:58 WIB

Doa yang Dianjurkan Ketika Melihat Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 11:49 WIB

Adab Muslim Saat Melihat Orang Kena Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 11:44 WIB

Rahasia Hikmah di Balik Musibah Menurut Islam

Rabu, 26 November 2025 | 11:37 WIB

Mitos dan Fakta tentang Hijab yang Sering Disalahpahami

Selasa, 25 November 2025 | 11:25 WIB

Perjalanan Hijab dari Masa Nabi hingga Era Modern

Selasa, 25 November 2025 | 11:11 WIB

Mengapa Hijab Diwajibkan? Penjelasan Dalil dan Hikmahnya

Selasa, 25 November 2025 | 11:07 WIB

Terpopuler

X