IFA.id - Dalam banyak khutbah, kajian, dan cerita inspiratif, sering terdengar bahwa mereka yang istiqamah tahajud akan “dibanjiri rezeki”, “terbuka pintu rezeki”, atau “ada jalan tak terduga” yang muncul.
Ungkapan-ungkapan ini kadang diperkuat dengan kisah nyata misalnya ketika seseorang jatuh miskin kemudian kembali stabil finansial setelah konsisten ibadah malam.
Namun, dari sisi keilmuan dan fikih, tidak ada satu hadis shahih yang secara eksplisit menjamin bahwa setiap yang tahajud otomatis diberi kemakmuran dunia.
Yang Allah janji adalah: “Barang siapa menyeru-Ku, akan Aku perkenankan seruannya…” (QS. Al-Mu’min 40:60) atau “Dan dari sebagian malam, kerjakanlah Tahajud sebagai ibadah tambahan…” (QS. Al-Isra’ 17:79).
Baca Juga: Dari Gelap ke Terang: Kisah Nyata Orang yang Hidupnya Berubah Karena Tahajud
Jadi, harapan rezeki harus tetap dikaitkan dengan usaha, keikhlasan, dan tawakal—bukan sekadar doa tanpa kerja.
a) Keutamaan Tahajud
Tahajud termasuk dalam qiyamul lail (ibadah malam) yang dijelaskan dalam Al-Qur’an sebagai amalan yang dianjurkan meskipun tidak diwajibkan.
Allah berfirman:
“Dan pada sebagian malam, kerjakanlah Tahajud sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhanmu membangkitkanmu ke tempat yang terpuji.” (QS. Al-Isra’ 17:79)
Rasulullah SAW juga mempraktikkan ibadah malam ini. Dalam hadis disebutkan bahwa beliau memulai doa di tahajud dengan lafaz pujian: Allâhumma rabbana lakal hamdu
Baca Juga: Rahasia Ilmiah di Balik Sholat Tahajud: Antara Ketenangan dan Kesehatan
b) Doa Setelah Tahajud & Doa Meminta Rezeki
Beberapa riwayat dan ulama menyarankan agar setelah tahajud dibarengi dengan doa memohon rezeki, keampunan, dan petunjuk. Salah satu doa yang populer:
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي ، وَارْحَمْنِي ، وَاهْدِنِي ، وَعَافِنِي ، وَارْزُقْنِي
Allahummaghfirlii, warhamnii, wahdinii, wa ‘aafinii, warzuqnii
Artinya: “Ya Allah, ampunilah aku, kasihilah aku, beri petunjuk kepadaku, sehatkanlah aku, dan berikanlah rezeki kepadaku.”
Artikel Terkait
Cara Sholat Dhuha Lengkap Beserta Niat dan Doanya
Berbagi Itu Menyembuhkan: Nilai Spiritual yang Terlupakan