اللَّهُمَّ اكْفِنِي بِحَلاَلِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَأَغْنِنِي بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ (Allahumak-finii bi halalika ‘an haramika, wa agh-nini bi fadhlika amman siwaka)
Baca Juga: “Dari Zakat ke Empati: Makna Sejati Berbagi dalam Islam”
d) Dzikir Pelengkap
-
Istighfar (100×)
-
Shalawat Nabi (100×)
-
Membaca Asmaul Husna atau dzikir lainnya (misalnya 140×)
Tahajud bukanlah jalan pintas ke kekayaan, tapi momen di mana doa dan kejujuran hati bertemu pada hening malam. Rezeki bisa datang dengan cara yang tak terduga: melalui ide, relasi, proyek kecil, atau ketenangan yang melekungkan karier.
Jangan lupa, kisah nyata orang-orang yang “disinari rezeki” melalui tahajud lebih sebagai inspirasi—bukan formula pasti. Kuncinya: ikhtiar + doa + tawakal, sambil menjaga konsistensi dan kebersihan hati.
Baca Juga: Ilmu Psikologi di Balik Sholat Dhuha: Rahasia Bahagia Setiap Pagi
Artikel Terkait
Cara Sholat Dhuha Lengkap Beserta Niat dan Doanya
Berbagi Itu Menyembuhkan: Nilai Spiritual yang Terlupakan