IFA.id – Pernah memperhatikan bagaimana suasana hati bisa berubah total hanya karena satu kebiasaan kecil di pagi hari?
Ada orang yang berangkat kerja dengan senyum lebar dan energi positif, sementara yang lain masih bergulat dengan rasa malas dan stres. Salah satu rahasia kebahagiaan pagi itu ternyata sederhana: Sholat Dhuha.
Kebiasaan ini bukan sekadar ibadah sunnah, tetapi sebuah terapi psikologis alami yang telah dibuktikan manfaatnya, baik secara spiritual maupun ilmiah.
IFA.id merangkum berbagai riset dan refleksi yang menjelaskan kenapa Sholat Dhuha bukan hanya amalan, tapi juga mindset training untuk hidup lebih bahagia.
Baca Juga: Keutamaan Sholat Dhuha: Dari Energi Positif hingga Ketenangan Batin
Menurut ilmu psikologi modern, waktu pagi adalah periode paling sensitif dalam pembentukan suasana hati. Otak baru saja bangun dari fase istirahat dan membutuhkan stimulus positif agar hormon dopamin (hormon kebahagiaan) dan serotonin (hormon ketenangan) aktif optimal.
Sholat Dhuha dilakukan sekitar pukul 07.00–11.00 pagi, tepat di waktu tubuh mulai aktif memproduksi hormon kortisol secara alami.
Dalam psikologi positif, aktivitas penuh makna di jam-jam ini bisa menjadi “anchor mood” jangkar emosi yang menentukan stabilitas mental sepanjang hari.
Dan apa aktivitas paling bermakna di pagi hari bagi seorang Muslim? Ya, menyapa Allah lewat Sholat Dhuha.
Baca Juga: Jam Terbaik Sholat Dhuha Agar Doa Cepat Dikabulkan
Banyak orang mencari ketenangan lewat meditasi, yoga, atau pernapasan sadar (mindful breathing). Namun, secara esensial, Sholat Dhuha mengandung seluruh elemen meditasi itu—dengan nilai spiritual jauh lebih dalam.
Ketika seseorang berwudhu, ia sedang membersihkan tubuh dan memfokuskan pikiran. Saat berdiri untuk dhuha, otak memasuki gelombang alfa, yaitu fase rileks tapi fokus.