Jumat, 17 Juli 2026

Perjalanan Hijab dari Masa Nabi hingga Era Modern

- Selasa, 25 November 2025 | 11:11 WIB
Perjalanan hijab dari masa ke masa yang mencerminkan identitas, spiritualitas, dan perubahan budaya dalam kehidupan Muslimah. (Foto/Ilustrasi)
Perjalanan hijab dari masa ke masa yang mencerminkan identitas, spiritualitas, dan perubahan budaya dalam kehidupan Muslimah. (Foto/Ilustrasi)

Pada masa Nabi, hijab tidak hanya menjadi aturan pribadi tetapi juga bagian dari tata etika sosial. Hijab berfungsi sebagai pembeda identitas perempuan Muslim, tanda kehormatan, dan bentuk pemisahan ruang yang lebih menjaga privasi di masyarakat awal Madinah.

Namun menarik bahwa cara berhijab saat itu sangat beragam. Kain-kain sederhana dililitkan, disampirkan, dan digunakan sesuai bahan dan tradisi setempat.

Tidak ada satu model baku yang ditetapkan. Inti ajarannya bersifat moral dan spiritual: kesopanan, kehormatan, dan identitas Muslimah.

Baca Juga: Pandangan Ulama tentang Budaya Pamer

IFA.id melihat bahwa inilah fase awal ketika hijab menjadi lebih dari sekadar pakaian. Ia menjadi ibadah yang hadir dalam kehidupan sosial.

Hijab di Era Kekhalifahan, Saat Identitas Menjadi Aturan Publik

Memasuki era kekhalifahan setelah wafatnya Nabi, hijab mendapatkan dimensi sosial-politik yang lebih kuat.

Sejumlah masyarakat Muslim mengatur tata ruang laki-laki dan perempuan secara lebih ketat, dipengaruhi budaya Persia dan Bizantium yang saat itu juga mempraktikkan pemisahan ruang domestik.

Di kota-kota besar seperti Baghdad dan Damaskus, hijab semakin diidentikkan dengan kehormatan wanita Muslim. Namun perlu dicatat, menurut kajian berbagai sejarawan yang IFA.id rangkum, bentuk hijab masih sangat beragam.

Baca Juga: Pamer Harta dan Status: Larangannya dalam Islam

Ada yang longgar, ada yang lebih menutup, ada yang hanya kerudung kepala, dan ada yang seperti jilbab besar.

Tidak ada keseragaman model, dan itu wajar, karena masyarakat Islam terus meluas dari Arab, Persia, Afrika Utara, hingga Spanyol. Setiap wilayah membawa budaya busana mereka masing-masing.

Hijab pada Masa Kolonial, Ketika Ia Menjadi Simbol Perlawanan

Pada era kolonialisme, makna hijab berubah secara signifikan. Di Mesir, Aljazair, Tunisia, dan India, hijab menjadi simbol perlawanan dan identitas keislaman di tengah tekanan kekuasaan Barat.

Banyak perempuan Muslim mengenakan hijab sebagai penegasan jati diri dan penolakan terhadap asimilasi budaya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Cara Terbaik Bersedekah untuk Anak Yatim Menurut Islam

Kamis, 27 November 2025 | 10:08 WIB

Rahasia Besar di Balik Sedekah untuk Anak Yatim

Kamis, 27 November 2025 | 10:02 WIB

Mengapa Sedekah kepada Anak Yatim Dilipatgandakan?

Kamis, 27 November 2025 | 09:51 WIB

Keajaiban Sedekah Anak Yatim dalam Islam

Kamis, 27 November 2025 | 09:45 WIB

Ujian atau Azab? Cara Islam Memandang Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 12:19 WIB

Sikap Terbaik Saat Menolong Korban Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 12:05 WIB

Mengapa Islam Melarang Menghina Musibah Orang Lain?

Rabu, 26 November 2025 | 11:58 WIB

Doa yang Dianjurkan Ketika Melihat Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 11:49 WIB

Adab Muslim Saat Melihat Orang Kena Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 11:44 WIB

Rahasia Hikmah di Balik Musibah Menurut Islam

Rabu, 26 November 2025 | 11:37 WIB

Mitos dan Fakta tentang Hijab yang Sering Disalahpahami

Selasa, 25 November 2025 | 11:25 WIB

Perjalanan Hijab dari Masa Nabi hingga Era Modern

Selasa, 25 November 2025 | 11:11 WIB

Mengapa Hijab Diwajibkan? Penjelasan Dalil dan Hikmahnya

Selasa, 25 November 2025 | 11:07 WIB

Terpopuler

X