Kamis, 4 Juni 2026

Perbedaan Aqiqah dan Qurban: Dua Ibadah, Satu Spirit Pengorbanan

- Kamis, 6 November 2025 | 17:49 WIB
Dua ibadah, satu makna. Aqiqah dan qurban sama-sama menanamkan rasa syukur dan pengorbanan dalam kehidupan seorang Muslim. (Foto/Ilustrasi)
Dua ibadah, satu makna. Aqiqah dan qurban sama-sama menanamkan rasa syukur dan pengorbanan dalam kehidupan seorang Muslim. (Foto/Ilustrasi)

IFA.id - Pernah ada seseorang yang dengan tulus berkata, “Kan sama saja, sama-sama menyembelih kambing untuk ibadah, bedanya apa sih antara aqiqah dan qurban?”

Pertanyaan sederhana ini sering muncul di masyarakat, terutama menjelang Iduladha atau saat kelahiran seorang bayi. Namun di balik kesamaannya sebagai ibadah penyembelihan hewan, aqiqah dan qurban memiliki filosofi, hukum, dan tujuan yang berbeda secara mendalam.

IFA.id mencoba menelusuri makna di balik dua ibadah ini — bukan sekadar tentang kambing atau sapi yang disembelih, tapi tentang nilai spiritual yang menyentuh akar kehidupan seorang Muslim: rasa syukur, pengorbanan, dan kedekatan kepada Allah.

Aqiqah: Rasa Syukur atas Kehidupan Baru

Aqiqah adalah ungkapan syukur atas kelahiran seorang anak. Dalam Islam, Rasulullah SAW bersabda, “Setiap anak tergadai dengan aqiqahnya yang disembelihkan untuknya pada hari ketujuh, dicukur rambutnya, dan diberi nama.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi).

Baca Juga: Hukum Aqiqah: Sunnah, Wajib, atau Sekadar Tradisi?

Dari hadis ini, ulama memahami bahwa aqiqah bukan sekadar tradisi sosial, tetapi bentuk ibadah syukur yang mengandung doa, harapan, dan tanggung jawab orang tua terhadap anaknya.

Biasanya dilakukan pada hari ketujuh setelah kelahiran, dengan menyembelih dua ekor kambing untuk anak laki-laki dan satu ekor untuk anak perempuan. Namun jika tak mampu, boleh ditunda hingga memiliki kemampuan, sebagaimana dijelaskan oleh Imam Malik dan Imam Syafi’i.

IFA.id mencatat, makna mendalam aqiqah bukan hanya soal penyembelihan, tapi simbol pemotongan segala hal buruk yang bisa menimpa sang anak seolah menjadi doa agar hidupnya selalu bersih, diberkahi, dan tumbuh dalam ketaatan.

Rambut yang dicukur lalu ditimbang dengan nilai perak untuk disedekahkan, menandai rasa empati sosial sejak awal kehidupan seorang Muslim.

Baca Juga: Kapan Waktu Terbaik Melaksanakan Aqiqah Menurut Syariat?

Qurban: Menghidupkan Kembali Spirit Nabi Ibrahim

Berbeda dengan aqiqah yang bersifat personal dan keluarga, qurban adalah ibadah sosial yang menandai momen besar umat Islam di seluruh dunia Iduladha.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Cara Terbaik Bersedekah untuk Anak Yatim Menurut Islam

Kamis, 27 November 2025 | 10:08 WIB

Rahasia Besar di Balik Sedekah untuk Anak Yatim

Kamis, 27 November 2025 | 10:02 WIB

Mengapa Sedekah kepada Anak Yatim Dilipatgandakan?

Kamis, 27 November 2025 | 09:51 WIB

Keajaiban Sedekah Anak Yatim dalam Islam

Kamis, 27 November 2025 | 09:45 WIB

Ujian atau Azab? Cara Islam Memandang Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 12:19 WIB

Sikap Terbaik Saat Menolong Korban Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 12:05 WIB

Mengapa Islam Melarang Menghina Musibah Orang Lain?

Rabu, 26 November 2025 | 11:58 WIB

Doa yang Dianjurkan Ketika Melihat Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 11:49 WIB

Adab Muslim Saat Melihat Orang Kena Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 11:44 WIB

Rahasia Hikmah di Balik Musibah Menurut Islam

Rabu, 26 November 2025 | 11:37 WIB

Mitos dan Fakta tentang Hijab yang Sering Disalahpahami

Selasa, 25 November 2025 | 11:25 WIB

Perjalanan Hijab dari Masa Nabi hingga Era Modern

Selasa, 25 November 2025 | 11:11 WIB

Mengapa Hijab Diwajibkan? Penjelasan Dalil dan Hikmahnya

Selasa, 25 November 2025 | 11:07 WIB

Terpopuler

X