Baca Juga: Dari Pagi yang Berkah di Pesantren: Cahaya Santri Menyapa Negeri
Maka “jalan tengah” adalah jalan para pecinta kebenaran yang tidak mudah terprovokasi, tapi juga tidak diam terhadap kezaliman. Mereka berjalan perlahan, tapi pasti — dengan langkah yang ringan karena dipandu oleh cahaya doa dan ilmu.
Doa Penutup:
اللهم أرنا الحق حقا وارزقنا اتباعه، وأرنا الباطل باطلا وارزقنا اجتنابه
Allahumma arinal haqqa haqqan warzuqna ittiba’ah, wa arinal bathila bathilan warzuqna ijtinabah.
“Ya Allah, tunjukkanlah kepada kami kebenaran sebagai kebenaran dan karuniakan kami kemampuan untuk mengikutinya.
Tunjukkanlah kepada kami kebatilan sebagai kebatilan, dan berilah kami kekuatan untuk menjauhinya.”
Amin ya Rabbal ‘alamin.
Baca Juga: Lantunan Shalawat dan Doa Bersatu: Merayakan Hari Santri dengan Kedamaian
Artikel Terkait
Santri Milenial, Pejuang Digital: Merekam Spirit Hari Santri di Era Teknologi
Meneladani Rasulullah: Protes Tanpa Kekerasan, Dakwah Tanpa Caci-Maki
Santri Digital: Berdemo dengan Pena dan Doa, Bukan Hanya dengan Teriakan