Kamis, 4 Juni 2026

Rahasia Ketahanan Dinar Dirham di Tengah Inflasi Dunia

- Kamis, 9 Oktober 2025 | 11:35 WIB
Dinar dan dirham, bukan sekadar logam berharga  tapi simbol nilai sejati yang memantulkan cahaya keberkahan di tengah inflasi dunia. (Foto/Ilustrasi)
Dinar dan dirham, bukan sekadar logam berharga tapi simbol nilai sejati yang memantulkan cahaya keberkahan di tengah inflasi dunia. (Foto/Ilustrasi)

Doa ini menjadi simbol keseimbangan antara materi dan ruhani. Bahwa memiliki emas dan perak bukan berarti cinta dunia, melainkan menjaga amanah nilai yang Allah tetapkan.

Ketika krisis finansial 2008 melanda, harga emas melonjak hampir dua kali lipat dalam 3 tahun. Hal serupa terjadi di masa pandemi dan perang Rusia-Ukraina.

Namun yang menarik, menurut laporan World Gold Council (2025), permintaan emas fisik meningkat tajam dari kalangan masyarakat Muslim dan negara Timur Tengah.
Artinya, kesadaran kolektif mulai tumbuh: stabilitas sejati datang dari nilai yang nyata.

IFA.id menggarisbawahi bahwa dunia bisa berubah  mata uang digital, inflasi global, bahkan AI economy namun hukum nilai tetap sama: barang yang berwujud dan terbatas akan selalu lebih tahan dibanding janji kertas.

Baca Juga: Kiamat Pribadi: Ketika Hidup Berakhir Sebelum Dunia Runtuh

Mungkin bukan semua orang mampu memiliki dinar atau dirham. Namun pesan moralnya lebih dalam:

Belajar menilai sesuatu bukan dari nominal, tapi dari hakikat.
Dalam ekonomi maupun kehidupan, ketahanan sejati datang dari keseimbangan antara dunia dan akhirat.

IFA.id menutup dengan renungan Imam Al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin:

“Uang hanyalah perantara. Barangsiapa menjadikannya tujuan, maka ia tertipu oleh sarana.”

Ketahanan dinar dan dirham bukan hanya karena logamnya, tetapi karena nilai, akhlak, dan doa yang menyertainya.

Baca Juga: Turunnya Isa AS dan Kemenangan Cahaya: Harapan di Tengah Akhir Zaman

Di tengah inflasi dan ketidakpastian global, keduanya menjadi simbol kejujuran ekonomi dan ketenangan batin.

IFA.id mengajak setiap pembaca untuk merenung: bukan berapa banyak uang yang dimiliki, tapi seberapa bernilai cara menggunakannya.
Dinar dan dirham bukan sekadar investasi, melainkan cermin keseimbangan hidup.

Baca Juga: Fitnah Dajjal: Ujian Terbesar Umat Manusia Menjelang Akhir Zaman

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Cara Terbaik Bersedekah untuk Anak Yatim Menurut Islam

Kamis, 27 November 2025 | 10:08 WIB

Rahasia Besar di Balik Sedekah untuk Anak Yatim

Kamis, 27 November 2025 | 10:02 WIB

Mengapa Sedekah kepada Anak Yatim Dilipatgandakan?

Kamis, 27 November 2025 | 09:51 WIB

Keajaiban Sedekah Anak Yatim dalam Islam

Kamis, 27 November 2025 | 09:45 WIB

Ujian atau Azab? Cara Islam Memandang Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 12:19 WIB

Sikap Terbaik Saat Menolong Korban Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 12:05 WIB

Mengapa Islam Melarang Menghina Musibah Orang Lain?

Rabu, 26 November 2025 | 11:58 WIB

Doa yang Dianjurkan Ketika Melihat Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 11:49 WIB

Adab Muslim Saat Melihat Orang Kena Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 11:44 WIB

Rahasia Hikmah di Balik Musibah Menurut Islam

Rabu, 26 November 2025 | 11:37 WIB

Mitos dan Fakta tentang Hijab yang Sering Disalahpahami

Selasa, 25 November 2025 | 11:25 WIB

Perjalanan Hijab dari Masa Nabi hingga Era Modern

Selasa, 25 November 2025 | 11:11 WIB

Mengapa Hijab Diwajibkan? Penjelasan Dalil dan Hikmahnya

Selasa, 25 November 2025 | 11:07 WIB

Terpopuler

X