Kamis, 4 Juni 2026

Rahasia Ketahanan Dinar Dirham di Tengah Inflasi Dunia

- Kamis, 9 Oktober 2025 | 11:35 WIB
Dinar dan dirham, bukan sekadar logam berharga  tapi simbol nilai sejati yang memantulkan cahaya keberkahan di tengah inflasi dunia. (Foto/Ilustrasi)
Dinar dan dirham, bukan sekadar logam berharga tapi simbol nilai sejati yang memantulkan cahaya keberkahan di tengah inflasi dunia. (Foto/Ilustrasi)

2. Terbatasnya Jumlah (Scarcity)

Emas dan perak tidak bisa dicetak sesuka hati. Proses tambang, kadar kemurnian, hingga jumlah cadangan dunia menciptakan keseimbangan alami. Dalam ekonomi, kelangkaan inilah yang menjaga nilainya tetap stabil.

Baca Juga: Dinar & Dirham: Investasi Sunnah di Akhir Zaman

3. Keberkahan Spiritual

Dinar dan dirham disebut dalam banyak kitab fikih dan tafsir sebagai simbol keadilan ekonomi. Dalam transaksi yang bersih, tanpa riba, keduanya diyakini membawa barakah.

IFA.id menulis, keberkahan ini bukan sekadar mitos, tapi energi psikologis: rasa aman, jujur, dan bernilai nyata dalam setiap tukar-menukar.

Menurut ekonom Islam kontemporer seperti Prof. Umer Chapra dan Taqi Usmani, sistem uang fiat (kertas) menciptakan distorsi moral: uang menjadi alat spekulasi, bukan representasi nilai kerja.

Sementara sistem berbasis emas-perak mengembalikan keuangan ke akar moralnya: transparansi, keadilan, dan stabilitas.

Baca Juga: Surga dan Neraka: Akhir dari Segala Perjalanan Manusia

IFA.id menemukan, beberapa komunitas di Malaysia dan Indonesia mulai menghidupkan kembali sistem ini, terutama dalam lingkar ekonomi pesantren dan bisnis halal.

Mereka tidak menolak kemajuan, tapi berupaya menyeimbangkan sistem digital dengan nilai syariah: digital gold, wakala dinar, dan crypto backed by metal mulai jadi solusi.

Doa dan Makna Spiritual Dinar Dirham

Dalam tradisi Islam, setiap benda yang membawa manfaat halal disertai dengan doa agar membawa keberkahan.

IFA.id mencatat doa yang sering diamalkan oleh para ulama dan pebisnis muslim sebelum bertransaksi menggunakan dinar atau dirham:

اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رِزْقِنَا، وَلَا تَجْعَلِ الدُّنْيَا أَكْبَرَ هَمِّنَا، وَلَا مَبْلَغَ عِلْمِنَا.

Allahumma barik lana fi rizqina, wa la taj‘alid-dunya akbara hammina, wa la mablagha ‘ilmina.

Artinya: Ya Allah, berkahilah rezeki kami, jangan jadikan dunia tujuan utama kami, dan jangan jadikan ilmu kami hanya sebatas dunia semata.

Baca Juga: Padang Mahsyar: Detik-Detik Semua Rahasia Terbuka

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Cara Terbaik Bersedekah untuk Anak Yatim Menurut Islam

Kamis, 27 November 2025 | 10:08 WIB

Rahasia Besar di Balik Sedekah untuk Anak Yatim

Kamis, 27 November 2025 | 10:02 WIB

Mengapa Sedekah kepada Anak Yatim Dilipatgandakan?

Kamis, 27 November 2025 | 09:51 WIB

Keajaiban Sedekah Anak Yatim dalam Islam

Kamis, 27 November 2025 | 09:45 WIB

Ujian atau Azab? Cara Islam Memandang Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 12:19 WIB

Sikap Terbaik Saat Menolong Korban Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 12:05 WIB

Mengapa Islam Melarang Menghina Musibah Orang Lain?

Rabu, 26 November 2025 | 11:58 WIB

Doa yang Dianjurkan Ketika Melihat Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 11:49 WIB

Adab Muslim Saat Melihat Orang Kena Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 11:44 WIB

Rahasia Hikmah di Balik Musibah Menurut Islam

Rabu, 26 November 2025 | 11:37 WIB

Mitos dan Fakta tentang Hijab yang Sering Disalahpahami

Selasa, 25 November 2025 | 11:25 WIB

Perjalanan Hijab dari Masa Nabi hingga Era Modern

Selasa, 25 November 2025 | 11:11 WIB

Mengapa Hijab Diwajibkan? Penjelasan Dalil dan Hikmahnya

Selasa, 25 November 2025 | 11:07 WIB

Terpopuler

X