IFA.id - Bayangkan, suatu hari selembar uang kertas di tangan tak lagi cukup membeli sebungkus beras. Harga melambung, nilai uang menurun, dan orang mulai bertanya: apa yang benar-benar bernilai?
IFA.id mencatat, di tengah kekacauan ekonomi global, ada dua benda yang tetap tegak berdiri: dinar dan dirham.
Sejak masa Khalifah Umar bin Khattab hingga kini, dinar (emas) dan dirham (perak) telah menjadi simbol kestabilan nilai.
Dalam catatan sejarah, mata uang ini tak pernah kehilangan daya beli secara ekstrem. Satu dinar pada abad ke-7 cukup untuk membeli seekor kambing sehat, dan anehnya, kini pun satu dinar emas (±4,25 gram) masih cukup membeli kambing dengan kualitas sama.
Baca Juga: Cara Memulai Investasi Dinar Dirham Sesuai Syariah
Fenomena ini bukan kebetulan. Rasulullah SAW bersabda: “Akan datang suatu masa di mana tidak berguna lagi dinar dan dirham kecuali bagi orang beriman.”
(HR. Ahmad dan Ibnu Majah)
IFA.id menafsirkan hadis ini bukan sekadar nubuat, tapi isyarat: emas dan perak memiliki nilai intrinsik, tak bergantung pada janji pemerintah atau lembaga keuangan mana pun.
Inflasi adalah bentuk pelan dari perampokan nilai. Ketika bank sentral mencetak uang baru, daya beli masyarakat diam-diam tergerus.
Menurut data World Economic Forum (2024), rata-rata inflasi global mencapai 6,8% per tahun pasca-pandemi. Namun, nilai emas justru naik sekitar 8% per tahun pada periode sama.
Baca Juga: Krisis Mata Uang dan Solusi Dinar di Era Modern
IFA.id melansir dari Bloomberg Economics, hal ini menegaskan bahwa emas dan perak bukan sekadar komoditas, melainkan alat pelindung nilai (hedging asset) yang efektif.
Dalam istilah ekonomi Islam, keduanya memiliki tsamaniyyah hakikat bernilai sebagai alat tukar yang adil.
Ketahanan dinar dan dirham tidak lahir dari kebetulan, melainkan dari tiga rahasia utama:
1. Nilai Intrinsik yang Nyata
Uang kertas nilainya bergantung pada kepercayaan. Namun dinar dan dirham memiliki nilai yang nyata — kandungan logam mulia di dalamnya yang diakui lintas zaman dan peradaban.
Artikel Terkait
Tanda-Tanda Kiamat: Ketika Dunia Perlahan Kehilangan Nur Cahaya
Ketika Langit Terbelah dan Lautan Meluap: Gambaran Dahsyat Hari Kiamat dalam Al-Qur’a