IFA.id – Dalam langit yang gelap setelah fitnah panjang, muncul cahaya yang membelah awan. Di antara malaikat yang berbaris, tampak sosok menuruni bumi dengan wajah bersinar, tangannya memegang lembut tombak keadilan. Dialah Isa bin Maryam (AS) — utusan Allah yang kembali bukan sebagai nabi baru, tapi sebagai penegak kebenaran terakhir.
Kisah ini bukan mitos, tapi janji yang telah disampaikan Rasulullah SAW berabad-abad lalu.
IFA.id menulis, turunnya Isa AS bukan sekadar akhir dari kegelapan dunia, melainkan awal bagi kemenangan iman di tengah fitnah besar bernama Dajjal.
Rasulullah SAW bersabda:
“Demi Zat yang jiwaku berada di tangan-Nya, hampir-hampir Isa bin Maryam akan turun di tengah kalian sebagai hakim yang adil. Ia akan menghancurkan salib, membunuh babi, dan menghapuskan jizyah.” (HR. Bukhari & Muslim)
Hadis ini menegaskan peran Isa AS di akhir zaman: bukan membawa agama baru, tapi menegakkan kebenaran Islam dan membersihkan bumi dari fitnah serta kekafiran.
Baca Juga: Ketika Doa Ibu Jadi Jalan Terbuka untuk Rezeki Anak
Menurut Ustadz Syafiq Rahman, pengajar tafsir di Pesantren Darul Qur’an Bogor, “Turunnya Isa bukan pertanda akhir harapan, tapi puncak dari rahmat Allah. Di saat iman manusia melemah, Allah kirimkan seorang nabi yang dulu diangkat ke langit — untuk mengembalikan cahaya di bumi.”
Al-Qur’an menegaskan dalam QS. An-Nisa (4:158):
“Tetapi Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”
Artinya, Isa AS tidak wafat seperti manusia biasa. Ia diangkat ke langit dan dijaga hingga tiba waktunya untuk kembali.
Rasulullah SAW menggambarkan penurunannya dengan detail:
“Isa bin Maryam akan turun di menara putih di sebelah timur Damaskus, memakai dua pakaian berwarna kekuningan, kedua tangannya diletakkan di sayap dua malaikat.” (HR. Muslim)
Baca Juga: Ketika Layar Ponsel Mulai Menggeser Wajah Orang Tua
Menurut Dr. Luthfi Hasyim, pakar hadis akhir zaman, simbol “menara putih” menandakan kemurnian wahyu yang akan kembali menyinari dunia setelah ditutupi kabut fitnah.
“Turunnya Isa adalah titik balik. Ia datang bukan untuk perang besar semata, tapi untuk menghidupkan kembali keimanan manusia,” ujarnya kepada IFA.id.
Sebelum Isa AS turun, dunia akan dipenuhi ketidakadilan, peperangan, dan fitnah besar.
Dajjal telah menebar kebohongan, mengaku sebagai Tuhan, dan banyak manusia tersesat karenanya.
Pada saat itu, umat Islam yang tersisa akan dipimpin oleh seorang pemimpin saleh bernama Imam Mahdi.
Artikel Terkait
Doa Setelah Sholat Ashar: Menjemput Keberkahan Sore Hari
Doa Setelah Sholat Maghrib untuk Ampunan dan Cahaya Hati
Doa Setelah Sholat Isya agar Tidur Diberkahi dan Dijaga Malaikat
Doa Setelah Sholat 5 Waktu Lengkap dengan Latin dan Artinya
Rahasia di Balik Doa Orang Tua yang Tak Pernah Tertolak