Kamis, 4 Juni 2026

Kehidupan Maryam: Perjalanan Iman dan Mukjizat Besar dari Allah

Gilang Fajar, Ifa.id
- Senin, 24 Februari 2025 | 18:50 WIB
Kehidupan Maryam: Perjalanan Iman dan Mukjizat Besar dari Allah (Foto/YouTube)
Kehidupan Maryam: Perjalanan Iman dan Mukjizat Besar dari Allah (Foto/YouTube)

Kehamilan dan Kelahiran Nabi Isa

Maryam kemudian mengasingkan diri ke tempat yang jauh untuk menghindari cemoohan masyarakat.

Dalam masa kehamilannya, ia mengalami banyak ujian, namun Allah selalu memberikan pertolongan. Saat hendak melahirkan, ia berada di bawah pohon kurma dan merasa sangat lemah.

Allah lalu menghiburnya dengan menurunkan makanan dan minuman dari pohon kurma dan mata air yang muncul di dekatnya (QS. Maryam: 23-26).

Setelah melahirkan, Maryam kembali ke kaumnya dengan membawa bayi Isa. Kaumnya pun menuduhnya telah melakukan perbuatan zina karena melihatnya membawa seorang bayi tanpa suami. Maryam tetap diam dan hanya menunjuk kepada bayinya.

Atas izin Allah, Nabi Isa yang masih bayi berbicara dan membela ibunya. Ia berkata, “Sesungguhnya aku adalah hamba Allah. Dia memberiku kitab dan menjadikanku seorang nabi” (QS. Maryam: 30-33).

Baca Juga: Mengelola stres dalam Islam dengan tawakal, shalat, dzikir, pola hidup sehat, bersedekah, dan memahami hikmah ujian.

Keistimewaan Maryam dalam Islam

Maryam adalah salah satu wanita terbaik yang disebut dalam Al-Qur’an. Allah berfirman dalam QS. Ali Imran: 42, “Wahai Maryam, sesungguhnya Allah telah memilihmu, menyucikanmu, dan melebihkanmu atas semua wanita di dunia.”

Maryam menjadi simbol kesucian, ketakwaan, dan keteguhan iman. Ia menghadapi ujian berat dengan penuh kesabaran dan keyakinan kepada Allah.

Ia juga menjadi contoh bahwa Allah Maha Kuasa untuk melakukan segala sesuatu, termasuk menciptakan manusia tanpa perantara seorang ayah.

Pelajaran dari Kisah Maryam

Kisah Maryam mengandung banyak hikmah yang dapat dijadikan pelajaran bagi umat manusia:

  1. Keimanan yang kokoh kepada Allah – Maryam adalah contoh wanita yang taat dan tidak pernah ragu terhadap ketetapan Allah.

  2. Kesabaran dalam menghadapi ujian – Maryam menghadapi cobaan besar dalam hidupnya, namun ia tetap sabar dan yakin akan pertolongan Allah.

  3. Kesucian dan kehormatan diri – Maryam menjaga kehormatannya dan selalu berada dalam ketaatan kepada Allah.

  4. Keajaiban kekuasaan Allah – Melalui kelahiran Nabi Isa, Allah menunjukkan bahwa segala sesuatu bisa terjadi atas kehendak-Nya.

Baca Juga: Salahuddin Al-Ayyubi, pemimpin Muslim yang bijaksana dan gagah berani, berhasil membebaskan Yerusalem dari Tentara Salib pada 1187 M.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Cara Terbaik Bersedekah untuk Anak Yatim Menurut Islam

Kamis, 27 November 2025 | 10:08 WIB

Rahasia Besar di Balik Sedekah untuk Anak Yatim

Kamis, 27 November 2025 | 10:02 WIB

Mengapa Sedekah kepada Anak Yatim Dilipatgandakan?

Kamis, 27 November 2025 | 09:51 WIB

Keajaiban Sedekah Anak Yatim dalam Islam

Kamis, 27 November 2025 | 09:45 WIB

Ujian atau Azab? Cara Islam Memandang Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 12:19 WIB

Sikap Terbaik Saat Menolong Korban Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 12:05 WIB

Mengapa Islam Melarang Menghina Musibah Orang Lain?

Rabu, 26 November 2025 | 11:58 WIB

Doa yang Dianjurkan Ketika Melihat Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 11:49 WIB

Adab Muslim Saat Melihat Orang Kena Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 11:44 WIB

Rahasia Hikmah di Balik Musibah Menurut Islam

Rabu, 26 November 2025 | 11:37 WIB

Mitos dan Fakta tentang Hijab yang Sering Disalahpahami

Selasa, 25 November 2025 | 11:25 WIB

Perjalanan Hijab dari Masa Nabi hingga Era Modern

Selasa, 25 November 2025 | 11:11 WIB

Mengapa Hijab Diwajibkan? Penjelasan Dalil dan Hikmahnya

Selasa, 25 November 2025 | 11:07 WIB

Terpopuler

X