Kamis, 4 Juni 2026

Peran Al-Biruni dalam Sejarah Ilmu Pengetahuan dan Perhitungan Geografis

Gilang Fajar, Ifa.id
- Senin, 24 Februari 2025 | 17:50 WIB
Peran Al-Biruni dalam Sejarah Ilmu Pengetahuan dan Perhitungan Geografis (Foto/YouTube)
Peran Al-Biruni dalam Sejarah Ilmu Pengetahuan dan Perhitungan Geografis (Foto/YouTube)

IFA.id -- Abu Rayhan Al Biruni adalah salah satu Ilmuwan Muslim terbesar dalam sejarah. Ia dikenal sebagai polymath yang menguasai berbagai bidang ilmu, termasuk astronomi, matematika, geografi, fisika, dan filsafat.

Salah satu pencapaiannya yang paling luar biasa adalah keberhasilannya dalam menghitung keliling bumi dengan metode yang sangat akurat, jauh sebelum teknologi modern berkembang.

Baca Juga: Kewajiban Sholat Lima Waktu dalam Islam: Dalil, Sejarah Pensyariatan, Konsekuensi bagi yang Meninggalkan, dan Manfaatnya bagi Kehidupan

Latar Belakang dan Kehidupan Awal

Al-Biruni lahir pada tahun 973 M di Khwarezm, sebuah wilayah yang kini menjadi bagian dari Uzbekistan.

Sejak kecil, ia menunjukkan ketertarikan besar terhadap ilmu pengetahuan. Ia belajar dari berbagai ulama dan ilmuwan pada masanya, menguasai bahasa Arab, Persia, Sanskerta, dan Yunani, yang membantunya dalam memahami berbagai literatur ilmiah dari peradaban lain.

Selama hidupnya, Al-Biruni banyak berinteraksi dengan ilmuwan terkenal lainnya, seperti Ibnu Sina, yang juga dikenal sebagai Avicenna di dunia Barat.

Perjalanannya ke India semakin memperkaya wawasan ilmiahnya, terutama dalam bidang matematika dan astronomi.

Perhitungan Keliling Bumi

Salah satu kontribusi terbesar Al-Biruni adalah metode pengukuran keliling bumi yang ia lakukan dengan pendekatan ilmiah yang sangat maju untuk masanya.

Berbeda dengan Eratosthenes yang menggunakan bayangan matahari dan perbedaan sudut antara dua lokasi, Al-Biruni mengembangkan metode pengukuran yang lebih inovatif dan tidak memerlukan perjalanan jauh.

Ia menggunakan sebuah gunung sebagai titik pengamatannya dan mengukur sudut ketinggian horison dari puncak gunung tersebut.

Dengan memanfaatkan prinsip trigonometri, ia dapat menghitung jari-jari bumi. Dari perhitungan tersebut, ia berhasil menentukan keliling bumi dengan akurasi yang luar biasa, yaitu sekitar 39.921 km, hanya berbeda beberapa ratus kilometer dari angka yang diketahui saat ini dengan teknologi modern.

Baca Juga: Rahasia Kemenangan dalam Perang Khandaq: Strategi, Kesabaran, dan Iman

Metode Ilmiah yang Digunakan

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Cara Terbaik Bersedekah untuk Anak Yatim Menurut Islam

Kamis, 27 November 2025 | 10:08 WIB

Rahasia Besar di Balik Sedekah untuk Anak Yatim

Kamis, 27 November 2025 | 10:02 WIB

Mengapa Sedekah kepada Anak Yatim Dilipatgandakan?

Kamis, 27 November 2025 | 09:51 WIB

Keajaiban Sedekah Anak Yatim dalam Islam

Kamis, 27 November 2025 | 09:45 WIB

Ujian atau Azab? Cara Islam Memandang Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 12:19 WIB

Sikap Terbaik Saat Menolong Korban Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 12:05 WIB

Mengapa Islam Melarang Menghina Musibah Orang Lain?

Rabu, 26 November 2025 | 11:58 WIB

Doa yang Dianjurkan Ketika Melihat Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 11:49 WIB

Adab Muslim Saat Melihat Orang Kena Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 11:44 WIB

Rahasia Hikmah di Balik Musibah Menurut Islam

Rabu, 26 November 2025 | 11:37 WIB

Mitos dan Fakta tentang Hijab yang Sering Disalahpahami

Selasa, 25 November 2025 | 11:25 WIB

Perjalanan Hijab dari Masa Nabi hingga Era Modern

Selasa, 25 November 2025 | 11:11 WIB

Mengapa Hijab Diwajibkan? Penjelasan Dalil dan Hikmahnya

Selasa, 25 November 2025 | 11:07 WIB

Terpopuler

X