Kamis, 4 Juni 2026

Salahuddin Al-Ayyubi, pemimpin Muslim yang bijaksana dan gagah berani, berhasil membebaskan Yerusalem dari Tentara Salib pada 1187 M.

- Senin, 24 Februari 2025 | 17:10 WIB
Salahuddin Al-Ayyubi, pemimpin Muslim yang bijaksana dan gagah berani, berhasil membebaskan Yerusalem dari Tentara Salib pada 1187 M. (Foto/YouTube)
Salahuddin Al-Ayyubi, pemimpin Muslim yang bijaksana dan gagah berani, berhasil membebaskan Yerusalem dari Tentara Salib pada 1187 M. (Foto/YouTube)

IFA.id -- Salahuddin Al Ayyubi, atau Saladin dalam bahasa Barat, adalah salah satu sosok paling terkenal dalam sejarah Islam dan dunia.

Ia dikenal sebagai pemimpin yang gagah berani, penuh kebijaksanaan, serta memiliki jiwa kesatria yang tinggi.

Salahuddin adalah tokoh kunci dalam Perang Salib, terutama dalam pembebasan Yerusalem dari tangan Tentara Salib pada tahun 1187.

Baca Juga: Eksportir Berpengalaman Bagikan Ilmu dan Tantangan di Dunia Ekspor

Latar Belakang Perang Salib

Perang Salib adalah rangkaian konflik antara umat Islam dan pasukan Kristen Eropa yang dimulai pada akhir abad ke-11.

Yerusalem, kota suci bagi tiga agama besar—Islam, Kristen, dan Yahudi—menjadi pusat pertarungan sengit selama perang ini.

Pada tahun 1099, Tentara Salib merebut Yerusalem dalam Perang Salib Pertama, menyebabkan pembantaian besar-besaran terhadap penduduk Muslim dan Yahudi.

Namun, dominasi Kristen atas Yerusalem tidak bertahan selamanya. Salahuddin Al-Ayyubi, yang berasal dari dinasti Ayyubiyah, muncul sebagai pemimpin yang bertekad untuk merebut kembali kota suci tersebut.

Baca Juga: Kewajiban Sholat Lima Waktu dalam Islam: Dalil, Sejarah Pensyariatan, Konsekuensi bagi yang Meninggalkan, dan Manfaatnya bagi Kehidupan

Kebangkitan Salahuddin Al-Ayyubi

Salahuddin lahir pada tahun 1137 di Tikrit, wilayah yang kini menjadi bagian dari Irak. Ia tumbuh dalam lingkungan militer dan menunjukkan bakat kepemimpinan sejak usia muda.

Salahuddin mulai meniti karier militernya di bawah bimbingan pamannya, Shirkuh, seorang jenderal dalam dinasti Zengid yang berkuasa di Suriah dan Mesir.

Pada tahun 1171, setelah kematian Khalifah Fatimiyah yang terakhir, Salahuddin mengambil alih kekuasaan di Mesir dan memproklamirkan dirinya sebagai Sultan.

Ia kemudian menyatukan Mesir dan Suriah, membentuk kekuatan besar yang mampu menghadapi Tentara Salib.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Cara Terbaik Bersedekah untuk Anak Yatim Menurut Islam

Kamis, 27 November 2025 | 10:08 WIB

Rahasia Besar di Balik Sedekah untuk Anak Yatim

Kamis, 27 November 2025 | 10:02 WIB

Mengapa Sedekah kepada Anak Yatim Dilipatgandakan?

Kamis, 27 November 2025 | 09:51 WIB

Keajaiban Sedekah Anak Yatim dalam Islam

Kamis, 27 November 2025 | 09:45 WIB

Ujian atau Azab? Cara Islam Memandang Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 12:19 WIB

Sikap Terbaik Saat Menolong Korban Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 12:05 WIB

Mengapa Islam Melarang Menghina Musibah Orang Lain?

Rabu, 26 November 2025 | 11:58 WIB

Doa yang Dianjurkan Ketika Melihat Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 11:49 WIB

Adab Muslim Saat Melihat Orang Kena Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 11:44 WIB

Rahasia Hikmah di Balik Musibah Menurut Islam

Rabu, 26 November 2025 | 11:37 WIB

Mitos dan Fakta tentang Hijab yang Sering Disalahpahami

Selasa, 25 November 2025 | 11:25 WIB

Perjalanan Hijab dari Masa Nabi hingga Era Modern

Selasa, 25 November 2025 | 11:11 WIB

Mengapa Hijab Diwajibkan? Penjelasan Dalil dan Hikmahnya

Selasa, 25 November 2025 | 11:07 WIB

Terpopuler

X