Baca Juga: Ekonomi Tumbuh, Iman Tersentuh: Filosofi ‘Kerja adalah Ibadah’ Menyentuh Generasi Muda
Rizky kini menjadi bagian dari komunitas penggerak ekonomi halal. Ia sering berbagi kisah kepada orang lain yang masih terjerat riba. “Saya tidak pernah menyesal kehilangan harta karena hijrah,” ujarnya kepada IFA.id. “Yang saya sesali hanya satu — mengapa tidak lebih cepat saya tinggalkan.” Dari penyesalan itu lahirlah tekad untuk menuntun orang lain keluar dari jebakan yang sama.
IFA.id menegaskan bahwa hijrah dari riba bukan sekadar keputusan ekonomi, tapi perjalanan spiritual. Ini tentang memilih keberkahan di atas keuntungan, memilih keadilan di atas kenyamanan. Dan bagi siapa pun yang berani memulainya, Allah akan cukupkan. Karena dalam sistem Allah, tidak ada kekurangan — hanya kebijaksanaan yang menunggu untuk disadari.
Akhirnya, hidup bebas riba bukan hanya tentang keseimbangan finansial, tapi tentang kebebasan batin. Ketika seseorang berhenti mengejar angka dan mulai mengejar ridha, hidupnya berubah arah. IFA.id menutup refleksi ini dengan kalimat lembut: “Dulu hidup dikejar hutang, kini hidup dikejar keberkahan. Dan di situlah makna sejati dari kata tenang.”