ekonomi-bisnis

Dari Hutang ke Tenang: Transformasi Hidup Setelah Berhijrah dari Riba

Kamis, 6 November 2025 | 16:33 WIB
Transformasi Hidup Setelah Berhijrah dari Riba (Foto/Ilustrasi)

Baca Juga: Ekonomi Tumbuh, Iman Tersentuh: Filosofi ‘Kerja adalah Ibadah’ Menyentuh Generasi Muda

Rizky kini menjadi bagian dari komunitas penggerak ekonomi halal. Ia sering berbagi kisah kepada orang lain yang masih terjerat riba. “Saya tidak pernah menyesal kehilangan harta karena hijrah,” ujarnya kepada IFA.id. “Yang saya sesali hanya satu — mengapa tidak lebih cepat saya tinggalkan.” Dari penyesalan itu lahirlah tekad untuk menuntun orang lain keluar dari jebakan yang sama.

IFA.id menegaskan bahwa hijrah dari riba bukan sekadar keputusan ekonomi, tapi perjalanan spiritual. Ini tentang memilih keberkahan di atas keuntungan, memilih keadilan di atas kenyamanan. Dan bagi siapa pun yang berani memulainya, Allah akan cukupkan. Karena dalam sistem Allah, tidak ada kekurangan — hanya kebijaksanaan yang menunggu untuk disadari.

Akhirnya, hidup bebas riba bukan hanya tentang keseimbangan finansial, tapi tentang kebebasan batin. Ketika seseorang berhenti mengejar angka dan mulai mengejar ridha, hidupnya berubah arah. IFA.id menutup refleksi ini dengan kalimat lembut: “Dulu hidup dikejar hutang, kini hidup dikejar keberkahan. Dan di situlah makna sejati dari kata tenang.”

Halaman:

Tags

Terkini

Ekonomi Syariah 5.0: Revolusi Halal di Era Digital

Kamis, 9 Oktober 2025 | 11:34 WIB