IFA.id – Idul Adha 2025 menjadi momen penuh khidmat dengan digelarnya salat Id akbar di berbagai masjid besar di Indonesia. Ribuan jamaah memadati halaman, bahkan hingga meluber ke jalan-jalan sekitar, menciptakan pemandangan spektakuler yang sarat nuansa religius. Dari Masjid Istiqlal di Jakarta hingga Masjid Al-Akbar di Surabaya, gema takbir menggema, menggetarkan hati setiap umat yang hadir.
Di Jakarta, Masjid Istiqlal kembali menjadi magnet utama. Laporan resmi menyebutkan lebih dari 200 ribu jamaah hadir, memenuhi setiap sudut ruangan dan halaman masjid. Sebagian jamaah bahkan melaksanakan salat di trotoar dan jalan raya yang ditutup sementara. Meski berdesakan, suasana tetap tertib dan penuh kekhusyukan.
Seorang jamaah, Bapak Ridwan (54), menuturkan kepada IFA.id, "Meski berpanas-panasan di luar, saya merasa bahagia bisa salat bersama umat lain. Ini pengalaman yang menambah keimanan."
Tak kalah ramai, Masjid Al-Akbar Surabaya mencatat kehadiran lebih dari 80 ribu jamaah. Pihak masjid menyiapkan layar besar di halaman luar agar jamaah tetap bisa mengikuti khutbah meski tidak masuk ke ruang utama. Udara pagi yang sejuk menambah kekhusyukan suasana.
Baca Juga: Kisah Haru Distribusi Daging Kurban di Pelosok Negeri
"Salat Id di masjid besar seperti ini selalu memberi rasa haru. Ribuan orang bersama-sama bersujud, rasanya betul-betul mendekatkan diri pada Allah," ujar Sri Wahyuni (37), jamaah asal Surabaya.Di Bandung, Masjid Raya Jawa Barat juga tak kalah dipadati jamaah. Jalanan sekitar Alun-Alun Bandung berubah menjadi lautan manusia berpakaian putih. Begitu pula di Yogyakarta, di mana Masjid Gedhe Kauman menjadi pusat pelaksanaan salat Id. Tradisi khas keraton tetap dijaga, termasuk hadirnya abdi dalem yang ikut serta dalam barisan jamaah.
IFA.id mencatat, di pedesaan pun, salat Id akbar tak kalah semarak. Lapangan desa berubah menjadi tempat salat berjamaah, dihadiri warga dari berbagai dusun. Meski sederhana tanpa pengeras suara modern, gema takbir dan doa tetap menggema syahdu di tengah alam terbuka.
Di Kabupaten Wonosobo, ribuan warga berkumpul di lapangan hijau dengan latar pegunungan. Seorang tokoh masyarakat, Kiai Hasan, menuturkan, "Kebersamaan di desa ini membuat Idul Adha lebih hangat. Tak ada sekat, semua berkumpul dalam satu saf."
Membludaknya jamaah tentu menjadi tantangan tersendiri bagi panitia. Pengaturan lalu lintas, kebersihan, dan keamanan diperhatikan dengan cermat. Ribuan petugas gabungan dari kepolisian, Satpol PP, hingga relawan dikerahkan untuk memastikan acara berjalan lancar.
Baca Juga: Doa Mustajab Seusai Sholat Demi Anak Salehah Idaman
Di Jakarta, Dinas Perhubungan bahkan menyediakan kantong parkir khusus untuk mengantisipasi penumpukan kendaraan. Sementara di Surabaya, panitia menyiapkan jalur evakuasi dan posko kesehatan.
Meski diwarnai kepadatan, suasana salat Id akbar justru memperlihatkan kekuatan ukhuwah umat. Ribuan orang bersujud bersama, tanpa memandang latar belakang sosial maupun ekonomi. Semua setara di hadapan Allah, bersatu dalam doa dan syukur.
Ustaz Fikri, khatib di Masjid Istiqlal, dalam khutbahnya menekankan, "Idul Adha bukan sekadar ritual, tetapi momentum untuk memperkuat persaudaraan, mengikis perbedaan, dan menumbuhkan semangat pengorbanan."
Idul Adha 2025 dengan salat Id akbar di berbagai masjid besar Indonesia menjadi bukti nyata semangat religius umat Muslim yang tak pernah pudar. Jamaah yang membludak menegaskan bahwa Idul Adha bukan hanya perayaan, tetapi juga refleksi spiritual yang mendalam.
Artikel Terkait
Cara Menjaga Kesehatan Mental bagi Muslim di Era Digital
Menjauhi Toxic People dalam Islam: Kunci Mental yang Sehat
Islam dan Self-Love: Bagaimana Muslim Bisa Mencintai Diri Sendiri?
60 Ucapan Idul Fitri 2025 dalam Bahasa Arab, Inggris, dan Terjemahan Indonesia
Islamic Mindfulness: Menenangkan Diri dengan Dzikir dan Doa