IFA.id – Di sudut sebuah masjid di Bandung, tak lagi terlihat kotak amal kayu seperti dulu. Sebagai gantinya, terpampang papan kecil bertuliskan “Scan untuk Sedekah.”
Orang-orang datang, menempelkan ponselnya, dan dalam hitungan detik — amal pun berpindah tangan, tanpa uang tunai, tanpa suara koin jatuh.
IFA.id menulis, inilah wajah baru kebaikan: cepat, transparan, dan tanpa batas ruang.
Era ketika pahala tak lagi menunggu khutbah Jumat, tapi bisa dilakukan sambil antre kopi di kedai digital.
Data dari Bank Indonesia 2025 mencatat, transaksi berbasis QRIS mencapai 1,4 miliar per bulan, dan sekitar 12% di antaranya adalah transaksi sosial keagamaan: zakat, infak, wakaf, dan donasi digital.
Baca Juga: Idul Adha dan Gotong Royong: Spirit Kebersamaan Umat
“QRIS menjadi jembatan antara teknologi dan ibadah,” kata Dr. Dian Permata, Direktur Departemen Ekonomi Syariah BI.
“Dulu orang beramal karena tergerak kasihan. Sekarang, mereka beramal karena kemudahan.”
IFA.id menulis, kemajuan digital justru membawa manusia lebih dekat pada fitrahnya — memberi dengan hati, tanpa pamrih.
Aplikasi dompet digital seperti GoPay, OVO, DANA, dan LinkAja Syariah kini bukan hanya alat transaksi, tapi juga pintu amal.
Di bulan Ramadan 2024 saja, total sedekah digital mencapai lebih dari Rp 800 miliar, sebagian besar disalurkan ke lembaga amil zakat nasional.
Baca Juga: Masjid Besar Gelar Salat Id Akbar, Jamaah Membludak
“Sedekah kini tak perlu menunggu waktu luang,” ujar Rizqi Hanifa, 28 tahun, pengguna aktif fitur Sedekah Harian Otomatis di e-wallet miliknya.
“Saya setel Rp 10.000 per hari, dan aplikasi otomatis kirim ke Dompet Dhuafa setiap pagi.”
IFA.id menulis, kemudahan digital mengubah sedekah dari kebiasaan musiman menjadi gaya hidup harian.
Kemudahan bukan berarti kehilangan makna. Justru, sistem digital memungkinkan zakat dan sedekah dikelola lebih profesional dan tepat sasaran.
Setiap donasi tercatat, diverifikasi, dan dikonversi menjadi program sosial berkelanjutan: pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi.
Contohnya, program QRIS Berkah Ummat yang diluncurkan Baznas memungkinkan donatur memantau proyek sosial yang mereka biayai.
Dari aplikasi, pengguna bisa melihat:
-
Jumlah donasi terkumpul,
-
Progres pembangunan,