Jumat, 17 Juli 2026

Dari QRIS ke Pahala: Menyentuh Surga Lewat Donasi Digital

- Kamis, 9 Oktober 2025 | 16:47 WIB
Dari QRIS ke Pahala: Menyentuh Surga Lewat Donasi Digital (Foto/Ilustrasi)
Dari QRIS ke Pahala: Menyentuh Surga Lewat Donasi Digital (Foto/Ilustrasi)

“Zakat dan sedekah adalah ibadah amanah,” ujar Dr. Ahmad Zulfikar, auditor keuangan syariah.
“Jika transparansi rusak, maka pahala pun bisa pudar.”

IFA.id menulis, kepercayaan adalah mata uang spiritual yang tidak bisa dicetak ulang.

Generasi milenial dan Gen Z kini menjadi penyumbang terbesar dalam sedekah digital.
Bagi mereka, berbagi sudah menjadi bagian dari identitas sosial.


“Sedekah bukan hanya ibadah, tapi juga ekspresi diri,” kata Salsabila, influencer Muslim yang aktif mempromosikan kampanye digital #KlikUntukPahala.

Baca Juga: Kesehatan Mental dan Pola Makan dalam Islam: Hubungannya dengan Jiwa

Melalui media sosial, mereka mengajak pengikutnya untuk beramal secara kolektif.
Dalam satu kampanye, ribuan orang bisa berdonasi serentak untuk proyek sosial — dari pembangunan pesantren hingga bantuan bencana.

IFA.id menulis, dulu dakwah butuh mimbar, kini cukup satu unggahan dengan niat baik.

Beberapa masjid besar di Jakarta, Surabaya, dan Medan kini sudah terhubung dengan sistem QRIS terintegrasi.
Jamaah bisa langsung men-scan untuk infak Jumat, membayar zakat, bahkan ikut wakaf produktif.

“Masjid bukan hanya tempat ibadah, tapi juga pusat ekonomi sosial,” ujar KH. Luthfi Rahman, pengurus Dewan Masjid Indonesia.
“Dengan QRIS, kita kembalikan fungsi masjid sebagai pusat kemakmuran umat.”

IFA.id menulis, digitalisasi ibadah sosial bukan menjauhkan umat dari masjid, tapi memperluas dinding masjid hingga ke genggaman tangan.

Baca Juga: Doa Setelah Sholat Agar Keluarga Selalu Sehat dan Dilindungi Allah

Dalam waktu dekat, beberapa startup sedang mengembangkan AI Donasi Otomatis, di mana sistem menganalisis kebiasaan pengguna dan merekomendasikan program sosial yang sesuai.
Ada pula proyek SadaqahChain yang memakai blockchain untuk memastikan distribusi amal tidak bisa disalahgunakan.

“Bayangkan pahala yang terus mengalir tanpa repot,” ujar Rizal Akbar, pendiri startup HalalFinTech.ID.
“Tapi yang paling penting, teknologi ini membuat sedekah semakin manusiawi — karena semua orang bisa berkontribusi tanpa batas.”

Dulu, memberi butuh waktu. Sekarang, memberi butuh kesadaran.
Karena di era digital, kesempatan beramal datang di setiap notifikasi, di setiap transaksi, bahkan di setiap detik hidup.

Baca Juga: Doa Setelah Sholat Ashar: Menjemput Keberkahan Sore Hari

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ekonomi Syariah 5.0: Revolusi Halal di Era Digital

Kamis, 9 Oktober 2025 | 11:34 WIB

Terpopuler

X