ekonomi-bisnis

BTN Akuisisi Bank Victoria Syariah Senilai Rp1,6 Triliun untuk Perkuat Layanan Syariah

Kamis, 13 Maret 2025 | 21:06 WIB
Gedung Bank BTN. (Foto/Bank BTN)

IFA.id -- PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) tengah dalam proses akuisisi penuh terhadap PT Bank Victoria Syariah (BVIS) dengan nilai transaksi yang diperkirakan mencapai Rp1,5 triliun hingga Rp1,6 triliun.

Direktur Utama BTN, Nixon L.P. Napitupulu, menjelaskan bahwa akuisisi ini mencakup pengambilalihan Surat Berharga Negara (SBN) serta ekuitas pinjaman dari sisi aset BVIS. 

Nixon menekankan bahwa pembelian SBN akan mempermudah proses valuasi karena nilai dan keabsahannya dapat diverifikasi melalui nomor seri dan kustodian terkait.

Baca Juga: APBN Februari 2025 Alami Defisit Rp31,2 Triliun, Sri Mulyani: Masih Sesuai Target

Setelah akuisisi selesai, BTN berencana mengubah model bisnis BVIS menjadi BTN Syariah dengan fokus utama pada bisnis Kredit Pemilikan Rumah (KPR) berbasis syariah. 

Untuk melanjutkan proses ini, BTN akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 26 Maret 2025.

Salah satu agenda utama dalam rapat tersebut adalah pembahasan izin spin-off serta persetujuan resmi atas pengambilalihan saham BVIS oleh BTN, yang memerlukan restu dari pemerintah dan pemegang saham minoritas. 

Setelah mendapatkan persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), proses akuisisi ini diperkirakan akan rampung dalam dua bulan ke depan.

Baca Juga: Kemenkumham dan Pemkot Tual Bersinergi Perkuat Perlindungan Hukum bagi UMKM

Nixon memperkirakan bahwa akta jual beli akan ditandatangani pada Mei atau Juni 2025, diikuti dengan proses transformasi BVIS menjadi BTN Syariah yang dijadwalkan pada Oktober 2025.

Dengan akuisisi ini, BTN berharap dapat memperkuat layanan perbankan syariah mereka, khususnya dalam menyediakan produk KPR syariah yang kompetitif.

Langkah ini sejalan dengan strategi BTN untuk memperluas pangsa pasar dan meningkatkan kontribusi sektor perbankan syariah dalam portofolio bisnis mereka.

Tags

Terkini

Ekonomi Syariah 5.0: Revolusi Halal di Era Digital

Kamis, 9 Oktober 2025 | 11:34 WIB