Baca Juga: Kualitas Internet Indonesia Masih Tertinggal di ASEAN, Tantangan Besar Digitalisasi Ekonomi Nasional
Sinergi ini juga diharapkan membuka peluang baru untuk kolaborasi strategis, terutama di bidang agribisnis dan distribusi, dengan melibatkan jaringan bisnis yang lebih luas.
Meskipun tantangan di industri restoran cepat saji sangat besar, seperti persaingan yang ketat, tingginya biaya operasional, serta lemahnya daya beli masyarakat, FAST tetap optimistis.
Kolaborasi dengan Grup Salim, Gelael, dan keluarga Haji Isam diyakini akan membantu memperkuat fondasi bisnis dan mempercepat pemulihan kinerja keuangan FAST.
Baca Juga: Jumlah Investor Pasar Modal Indonesia Tembus 17 Juta, BEI Lampaui Target 2025
Sebagai tambahan, struktur kepemilikan saham FAST dan JAI pada Juli 2025 menunjukkan dominasi kuat dari Grup Salim dan Gelael, dengan keluarga Haji Isam memegang 15% saham di JAI.
Sinergi ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi operasional dan membuka peluang kolaborasi strategis yang lebih luas.
Dalam jangka panjang, FAST berharap dapat memperbaiki kinerja keuangan mereka dan menghadapi tantangan dalam industri makanan cepat saji dengan lebih baik.