Kamis, 4 Juni 2026

Dukungan Keluarga Haji Isam untuk KFC (FAST): Strategi Baru Grup Salim dan Gelael Tingkatkan Keuntungan

photo author
Alamanda K, Ifa.id
- Sabtu, 5 Juli 2025 | 16:27 WIB
KFC Indonesia (Foto/Haluan.co)
KFC Indonesia (Foto/Haluan.co)

IFA.id - Pemerintah Indonesia terus berupaya mengubah wajah bisnis makanan cepat saji di Indonesia, dan salah satu langkah penting diambil oleh PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST), pengelola jaringan restoran KFC di tanah air.

Grup Salim dan Gelael yang telah lama menjadi pengendali utama FAST baru-baru ini menerima suntikan dukungan strategis dari keluarga pengusaha tambang asal Kalimantan Selatan, Haji Isam.

Baca Juga: Kebijakan Tarif Baru AS: Trump Berlakukan Tarif 10% untuk 100 Negara, Trade Deal Dikejar Sebelum 9 Juli 2025

Keluarga Haji Isam melalui anak dan menantunya, Liliana Saputri dan Putra Rizky Bustaman, membeli 15% saham PT Jagonya Ayam Indonesia (JAI), anak usaha FAST yang mengelola rantai pasok ayam terintegrasi.

Transaksi ini bernilai Rp54,44 miliar dan dilakukan melalui PT Shankara Fortuna Nusantara (SFN), yang beroperasi di bidang perdagangan besar daging ayam dan olahan.

SFN sendiri memiliki struktur kepemilikan yang terdiri dari Liliana Saputri (45%), Putra Rizky Bustaman (45%), dan Bani Adityasuny Ismiarso (10%).

Baca Juga: Prediksi Harga Perak Akan Mengalami Lonjakan Juli 2025, Robert Kiyosaki: Potensi Keuntungan Besar, Risiko Minimal

Dengan masuknya keluarga Haji Isam, sinergi bisnis antara Salim, Gelael, dan Haji Isam semakin memperkuat struktur pasar FAST di Indonesia.

Grup Salim dan Gelael sebelumnya telah menyuntikkan dana segar sebesar Rp80 miliar pada Mei 2025 untuk mendukung modal kerja dan menjaga kelangsungan bisnis FAST di tengah tekanan yang melanda industri makanan cepat saji.

Suntikan modal ini dilakukan melalui mekanisme penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) untuk memperbaiki struktur keuangan FAST.

Baca Juga: Produksi Matcha Jepang Menurun Akibat Gelombang Panas, Permintaan Global Melonjak

Penjualan 15% saham JAI kepada keluarga Haji Isam dimaksudkan untuk memperkuat struktur pendanaan anak usaha FAST dan meningkatkan daya saing di pasar yang semakin kompetitif.

Dengan langkah ini, diharapkan operasional JAI akan semakin efisien, terutama dalam pengelolaan rantai pasok daging ayam yang terintegrasi.

JAI sendiri telah mengelola rantai pasok ayam dari hulu ke hilir, mulai dari pabrik pakan hingga pengolahan daging ayam, yang sangat penting dalam memastikan ketahanan pasokan dan menurunkan biaya bahan baku.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

Ekonomi Syariah 5.0: Revolusi Halal di Era Digital

Kamis, 9 Oktober 2025 | 11:34 WIB

Terpopuler

X