Kamis, 4 Juni 2026

Indonesia Menyongsong Ekonomi Hijau dan Ekonomi Sirkular untuk Pertumbuhan Berkelanjutan

photo author
Alamanda K, Ifa.id
- Sabtu, 5 Juli 2025 | 16:04 WIB
Ilustrasi Ekonomi Sirkular (Foto/Ekonomisirkularid)
Ilustrasi Ekonomi Sirkular (Foto/Ekonomisirkularid)

Lima sektor utama yang menjadi fokus penerapan ekonomi sirkular meliputi pangan, elektronik, kemasan plastik, konstruksi, dan tekstil.

Dengan strategi ini, Indonesia menargetkan peningkatan PDB hingga Rp638 triliun pada 2030 dan penciptaan 4,4 juta lapangan kerja hijau.

Sebanyak 75% dari lapangan kerja hijau ini diharapkan akan diperuntukkan bagi perempuan, dan diharapkan dapat menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 126 juta ton CO₂.

Indikator lainnya termasuk pengurangan sampah 18–52% lebih rendah dari skenario business as usual serta penghematan energi senilai Rp3,2 triliun/tahun dan air Rp169 miliar/tahun.

Baca Juga: Demo Buruh PT Yamaha Music Manufacturing Asia: Isu PHK dan Tuntutan Kenaikan Upah Warnai Dinamika Industri Manufaktur

Namun, tantangan besar tetap ada karena tingkat penerapan ekonomi sirkular Indonesia saat ini masih rendah, dengan tingkat input material sirkuler hanya 9% dan tingkat daur ulang 5%.

Diperlukan penguatan kolaborasi lintas sektor, insentif, dan pengawasan yang lebih ketat untuk mempercepat transisi menuju ekonomi sirkular.

Pemerintah juga mendorong kawasan industri dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) untuk mengadopsi prinsip ekonomi hijau dan sirkular.

Selain itu, penguatan ekosistem bio-ekonomi dan ekonomi biru juga menjadi fokus dalam menciptakan pusat pertumbuhan baru bagi ekonomi Indonesia.

Baca Juga: Kebijakan Tarif Baru AS: Trump Berlakukan Tarif 10% untuk 100 Negara, Trade Deal Dikejar Sebelum 9 Juli 2025

Kesimpulannya, ekonomi hijau dan ekonomi sirkular merupakan fondasi penting dalam upaya Indonesia menuju pertumbuhan berkelanjutan.

Dengan kebijakan yang semakin terintegrasi dan peta jalan yang jelas, Indonesia menargetkan pencapaian pertumbuhan ekonomi yang inklusif, penciptaan lapangan kerja hijau, serta pengurangan emisi yang signifikan, sembari menjaga daya saing industri nasional di kancah global.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

Ekonomi Syariah 5.0: Revolusi Halal di Era Digital

Kamis, 9 Oktober 2025 | 11:34 WIB

Terpopuler

X