- Pemerataan infrastruktur digital melalui pembangunan jaringan serat optik dan peluncuran satelit SATRIA-1 untuk menjangkau daerah 3T.
- Lelang spektrum frekuensi baru untuk mempercepat implementasi 5G dan menurunkan latensi.
- Kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, operator telekomunikasi, dan pelaku industri untuk mempercepat transformasi digital.
Namun, tantangan pemerataan akses, peningkatan literasi digital, dan penguatan keamanan siber masih harus diatasi agar digitalisasi ekonomi nasional benar-benar inklusif dan berdaya saing.
Baca Juga: Revitalisasi Pabrik Monasit Timah Percepat Produksi Rare Earth Carbonate
Kesimpulan
Kecepatan internet Indonesia yang masih tertinggal di ASEAN menjadi pekerjaan rumah besar dalam mewujudkan visi ekonomi digital nasional.
Percepatan pembangunan infrastruktur, optimalisasi teknologi 5G, dan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar Indonesia tidak semakin tertinggal dalam persaingan ekonomi digital kawasan.