Kamis, 4 Juni 2026

Pasar LCGC Indonesia Tertekan: Penjualan Maret 2025 Anjlok 38%

- Kamis, 24 April 2025 | 23:57 WIB
Penjualan mobil LCGC Indonesia anjlok 38% pada Maret 2025, dengan total penjualan mobil juga turun 4,7% dibandingkan tahun lalu. (Foto/BFI Finance)
Penjualan mobil LCGC Indonesia anjlok 38% pada Maret 2025, dengan total penjualan mobil juga turun 4,7% dibandingkan tahun lalu. (Foto/BFI Finance)

IFA.id -- Pasar mobil Low Cost Green Car (LCGC) di Indonesia mengalami penurunan signifikan pada Maret 2025.

Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) mencatat penjualan LCGC hanya mencapai 12.726 unit, turun 38% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat 20.691 unit.

Penurunan ini juga tercermin dalam penjualan mobil secara keseluruhan. Total penjualan mobil wholesales sepanjang Januari hingga Maret 2025 mencapai 205.160 unit, mengalami penurunan 4,7% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat 215.250 unit.

Baca Juga: Nasabah Bank Jatim Raih Hadiah Utama Rp500 Juta dalam Undian Tabungan Simpeda 2025

Selain itu, penjualan mobil dari dealer ke konsumen juga mengalami penurunan sebesar 8,9%, dari 231.027 unit pada tiga bulan pertama 2024 menjadi 210.483 unit pada periode yang sama tahun 2025.

Meskipun mengalami penurunan, beberapa model LCGC masih mencatatkan angka penjualan yang signifikan.

Daihatsu Sigra menjadi model terlaris dengan penjualan 4.309 unit, diikuti oleh Honda Brio Satya dengan 3.679 unit, dan Toyota Calya dengan 2.639 unit.

Baca Juga: Jakarta E-Prix 2025 Hadirkan Mobil Listrik Generasi Ketiga, Diklaim Dua Kali Lebih Cepat dari Formula 1

Namun, penurunan penjualan ini menunjukkan adanya tantangan bagi pasar LCGC di Indonesia.

Beberapa faktor yang mungkin mempengaruhi penurunan ini antara lain daya beli masyarakat yang menurun, kebijakan pemerintah terkait regulasi kendaraan, dan preferensi konsumen yang beralih ke jenis kendaraan lain.

Para pelaku industri otomotif berharap adanya kebijakan yang dapat mendukung pemulihan pasar LCGC, seperti insentif fiskal, peningkatan kualitas produk, dan promosi yang lebih agresif untuk menarik minat konsumen.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Shinta Sukmawati Khiran

Sumber: wartaekonomi.co.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ekonomi Syariah 5.0: Revolusi Halal di Era Digital

Kamis, 9 Oktober 2025 | 11:34 WIB

Terpopuler

X