Kamis, 4 Juni 2026

Presiden Prabowo Tegaskan Kemandirian Ekonomi di Tengah Tekanan Tarif Trump

- Kamis, 24 April 2025 | 23:51 WIB
Presiden RI Prabowo Subianto (Foto/Sekretariat Negara)
Presiden RI Prabowo Subianto (Foto/Sekretariat Negara)

IFA.id -- Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk menjadikan Indonesia mandiri secara ekonomi di tengah tekanan tarif tinggi dari Amerika Serikat.

Ia menyatakan bahwa Indonesia akan mengandalkan kekuatan sendiri tanpa merendahkan negara lain.

Pernyataan ini disampaikan di tengah memanasnya dinamika perdagangan global, setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mematok tarif tinggi terhadap sejumlah negara, termasuk Indonesia.

Meski tidak menyebut Amerika Serikat secara langsung, Prabowo menegaskan bahwa Indonesia tidak akan tunduk dalam tekanan eksternal.

Baca Juga: Pemerintah Putuskan Kerja Sama dengan LG dalam Proyek Baterai, Huayou Gantikan Posisi

Ia menyerukan semangat berdiri di atas kaki sendiri dan menegaskan tekad Indonesia menjadi kekuatan pangan dunia.

Di sisi lain, pemerintah Indonesia saat ini tengah menjalankan negosiasi intensif dengan Amerika Serikat untuk menurunkan tarif tinggi yang diberlakukan terhadap produk ekspor asal Indonesia.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menjelaskan bahwa kebijakan tarif resiprokal Presiden Trump dinilai tidak adil dan merugikan daya saing produk Indonesia.

Baca Juga: OJK Tegaskan Stabilitas Sektor Keuangan Terjaga, Kredit Tumbuh 9,16%

Menurut Airlangga, tarif yang dikenakan terhadap komoditas Indonesia lebih tinggi dibandingkan dengan negara-negara ASEAN lainnya. Untuk sejumlah komoditas, bea masuk bisa mencapai 47 persen.

Kondisi ini menyebabkan produk Indonesia menjadi kurang kompetitif di pasar Amerika Serikat.

Pemerintah berharap adanya kesepakatan yang dapat menciptakan perlakuan tarif yang lebih adil, sehingga ekspor Indonesia bisa bersaing setara di pasar global.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Shinta Sukmawati Khiran

Sumber: wartaekonomi.co.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ekonomi Syariah 5.0: Revolusi Halal di Era Digital

Kamis, 9 Oktober 2025 | 11:34 WIB

Terpopuler

X