IFA.id -- Industri tekstil dan produk tekstil (TPT) Indonesia tengah menghadapi krisis serius, ditandai dengan meningkatnya pemutusan hubungan kerja (PHK) massal dan penutupan sejumlah pabrik besar.
Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, menekankan perlunya langkah-langkah luar biasa untuk membangkitkan kembali sektor ini.
Dalam acara silaturahmi bersama Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) di Surakarta, Agus Gumiwang mengidentifikasi tujuh tantangan utama yang dihadapi industri TPT, termasuk ketergantungan pada impor bahan baku, tingginya biaya produksi, dan kurangnya investasi dalam riset serta pendidikan vokasi.
Baca Juga: Kronologi Remaja Terlempar dari Wahana Pendulum 360° di Jatim Park 1, Alami Patah Tulang
Ia menekankan bahwa sinergi antara pelaku industri, pemerintah, dan masyarakat sangat penting untuk mengatasi krisis ini.
Agus Gumiwang juga menyoroti pentingnya kebijakan yang konsisten dan adaptif untuk mencapai target pertumbuhan industri tekstil sebesar 8% dalam lima tahun ke depan, sejalan dengan visi pembangunan nasional yang diusung oleh Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabumingraka.
Sebagai solusi jangka pendek, pemerintah menekankan pentingnya program pelatihan ulang bagi pekerja terdampak serta penguatan jaminan sosial seperti program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP).
Baca Juga: Oknum Polisi Polres Pangkep Digerebek Istri Saat Berduaan dengan Wanita Selingkuhan di Gowa
Langkah ini bertujuan tidak hanya untuk menyelamatkan lapangan kerja, tetapi juga untuk membangun kembali daya tahan industri nasional.
Kegiatan halalbihalal ini diharapkan menjadi momentum untuk mempererat kolaborasi dalam membangkitkan kembali industri tekstil nasional.
Agus Gumiwang juga menghadiri Halalbihalal Garment & Textile Solo Raya sebagai bentuk komitmennya untuk terus dekat dengan para pelaku industri di daerah.
Dengan tantangan yang dihadapi, pemerintah dan pelaku industri diharapkan dapat bekerja sama dalam mengimplementasikan strategi-strategi yang efektif untuk memulihkan dan memperkuat sektor tekstil Indonesia.
Artikel Terkait
Gubernur Dedi Mulyadi Tegaskan Komitmen Profesionalisme dalam Pemilihan Dirut Bank BJB Tanpa Intervensi Politik
Harga Emas Antam Tembus Rp1.975.000 per Gram, Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah
PIS Angkut 30.400 Ton Baja dari Morowali ke Cilegon, Dukung Hilirisasi Industri Nasional
Harga Gabah Naik ke Rp6.500/kg, Petani Sumringah, Tengkulak Merana
Industri Tekstil RI Tertekan Impor dan Tarif Trump, Perlu Strategi Baru Tingkatkan Daya Saing