Kamis, 4 Juni 2026

Industri Tekstil RI Tertekan Impor dan Tarif Trump, Perlu Strategi Baru Tingkatkan Daya Saing

- Kamis, 17 April 2025 | 23:29 WIB
Industri tekstil RI tertekan impor dan tarif AS, butuh strategi baru agar mampu bersaing dan pulih di pasar global. (Foto/Portal Informasi Indonesia)
Industri tekstil RI tertekan impor dan tarif AS, butuh strategi baru agar mampu bersaing dan pulih di pasar global. (Foto/Portal Informasi Indonesia)

IFA.id -- Industri tekstil nasional tengah menghadapi tekanan berat akibat lonjakan impor, terutama dari China, serta kebijakan tarif tinggi yang diterapkan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Kondisi ini menyebabkan banyak pabrik tekstil, baik skala kecil maupun besar, mengalami kesulitan dalam mempertahankan produksi mereka. 

Pengamat Kebijakan Publik, Agus Pambagio, menilai bahwa lemahnya strategi pemerintah dalam melindungi industri strategis ini turut memperparah situasi.

Baca Juga: Harga Gabah Naik ke Rp6.500/kg, Petani Sumringah, Tengkulak Merana

Ia menyoroti bahwa kebijakan yang dikeluarkan sering kali bersifat populis dan tidak berdasarkan rencana jangka panjang yang jelas, sehingga tidak memberikan dampak positif bagi sektor tekstil. 

Akademisi Tekstil dari Politeknik STTT Bandung, Dr. Gunawan, menambahkan bahwa kebijakan tarif impor tinggi dari AS, yang merupakan pasar ekspor utama bagi produk tekstil Indonesia, akan berdampak signifikan terhadap penurunan ekspor.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa pada 2023, nilai ekspor pakaian jadi mencapai Rp10,34 triliun, dengan 54 persen di antaranya menuju Amerika Serikat. 

Baca Juga: PIS Angkut 30.400 Ton Baja dari Morowali ke Cilegon, Dukung Hilirisasi Industri Nasional

Untuk mengatasi tantangan ini, para ahli menyarankan agar pemerintah segera menyusun peta jalan yang jelas dan strategis guna meningkatkan daya saing industri tekstil nasional.

Langkah-langkah tersebut termasuk mencari pasar ekspor alternatif, seperti kawasan Eropa yang tidak memberlakukan perang tarif, serta memperbaiki struktur biaya produksi agar lebih efisien. 

Dengan strategi yang tepat dan dukungan kebijakan yang konsisten, diharapkan industri tekstil Indonesia dapat bangkit kembali dan bersaing di pasar global.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Shinta Sukmawati Khiran

Sumber: wartaekonomi.co.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ekonomi Syariah 5.0: Revolusi Halal di Era Digital

Kamis, 9 Oktober 2025 | 11:34 WIB

Terpopuler

X