IFA.id -- Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menegaskan bahwa pemilihan Direktur Utama (Dirut) baru PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (BJB) harus dilakukan secara profesional dan bebas dari intervensi politik.
Menurutnya, independensi dalam proses seleksi sangat penting untuk menjaga integritas BUMD tersebut, sehingga dapat terus tumbuh menjadi bank terpercaya di seluruh Indonesia, bukan hanya di Jawa Barat.
Dedi menambahkan bahwa pihaknya memberikan kewenangan penuh kepada lembaga yang memiliki otoritas untuk melakukan seleksi terhadap calon Dirut BJB dengan mempertimbangkan sejumlah kualifikasi utama.
Baca Juga: Wabup Banyuwangi Ajak ASN Dukung Perekonomian Daerah Melalui Gerakan “ASN Berbagi
Ia menekankan bahwa latar belakang calon Dirut dapat berasal dari mana saja, asalkan memenuhi kriteria yang ditetapkan.
Selain itu, Dedi juga memastikan bahwa tidak akan ada satu orang pun dari tim suksesnya yang masuk ke Bank BJB.
Ia bertekad menjadikan Bank BJB sebagai lembaga perbankan yang profesional dan bukan sebagai alat politik praktis berbasis elektoral.
Baca Juga: Gorontalo Dukung Transformasi Digital dengan Peluncuran SP2D Online Terintegrasi
Proses pemilihan Dirut BJB akan dilakukan melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang dijadwalkan pada bulan April 2025.
Dedi menegaskan bahwa dirinya tidak akan melakukan intervensi dalam proses tersebut dan mengedepankan profesionalisme dalam pemilihan Dirut BJB.
Dengan langkah ini, Dedi berharap Bank BJB dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian di Jawa Barat dan Banten.
Artikel Terkait
Pelaku Pembunuhan Aipda Fajar Dipindahkan ke Polda Sultra, Brimob Perketat Pengamanan
Warga Banda Aceh Digemparkan Penemuan Mayat Penjahit Sepatu dalam Kondisi Membusuk
Pramugari Wings Air Laporkan Anggota DPRD Sumut atas Dugaan Penganiayaan di Pesawat
Gorontalo Dukung Transformasi Digital dengan Peluncuran SP2D Online Terintegrasi
Wabup Banyuwangi Ajak ASN Dukung Perekonomian Daerah Melalui Gerakan “ASN Berbagi"