IFA.id -- Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperluas kerja sama internasional untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) industri yang unggul dan berdaya saing global.
Salah satu mitra strategis dalam misi ini adalah Republik Rakyat Tiongkok (RRT), dengan hubungan bilateral yang telah terjalin selama 75 tahun.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa kerja sama pengembangan SDM menjadi salah satu bentuk penguatan hubungan kedua negara.
“Pemerintah Indonesia telah menjalin kerja sama erat dengan RRT, khususnya dalam mendorong pengembangan SDM industri yang kompeten dan siap bersaing di kancah global,” ujarnya dalam siaran pers, Rabu (16/4).
Baca Juga: Indonesia dan Tiongkok Perkuat Kolaborasi Pengembangan SDM Industri Berdaya Saing Global
Melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI), Kemenperin mengelola 22 unit pendidikan vokasi yang kini berkolaborasi aktif dengan berbagai institusi dari Tiongkok.
Salah satu langkah konkret dari kerja sama ini adalah pembukaan kelas Bahasa Mandarin di Politeknik ATK Yogyakarta, di bawah program “Luban-Mozi College”, hasil kolaborasi dengan Sailun Group dan Qingdao Technical College (QTC).
Kepala BPSDMI Masrokhan menyebut kelas Mandarin ini sebagai pijakan awal untuk mendorong mahasiswa lebih siap menghadapi dunia kerja internasional.
Baca Juga: Cadangan Devisa Indonesia Capai USD 157,1 Miliar pada Akhir Maret 2025
“Bahasa Mandarin menjadi bekal penting bagi mahasiswa untuk praktik kerja industri atau bahkan berkarier di Tiongkok,” jelasnya.
Kolaborasi tersebut disambut hangat oleh Wakil Presiden QTC Liu Hong dan perwakilan Sailun Group, An Chao.
Mereka menyampaikan apresiasi terhadap kerja sama tripartit yang dimulai sejak akhir 2024, dan berharap hubungan antara institusi semakin kuat, tak hanya dalam pendidikan dan pelatihan, tetapi juga dalam pertukaran budaya dan inovasi riset.
Baca Juga: Perikanan Sulawesi Utara Tumbuh Pesat, Dorong Ekonomi Daerah dan Ekspor Nasional
Direktur Politeknik ATK Yogyakarta Sonny Taufan menutup seremoni pembukaan kelas Mandarin dengan harapan besar.
Artikel Terkait
Jawa Tengah Tampil Sebagai Magnet Investasi di Indonesia Investment Summit 2025
Ekspor Perikanan Sulawesi Utara Menjangkau 42 Negara, Raih Nilai Tertinggi Rp2,6 Triliun
Cadangan Devisa Indonesia Capai USD 157,1 Miliar pada Akhir Maret 2025
Perikanan Sulawesi Utara Tumbuh Pesat, Dorong Ekonomi Daerah dan Ekspor Nasional
Indonesia dan Tiongkok Perkuat Kolaborasi Pengembangan SDM Industri Berdaya Saing Global