IFA.id -- Sektor perikanan di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) menunjukkan pertumbuhan signifikan, menjadikannya salah satu kontributor utama dalam ekspor perikanan nasional.
Peningkatan ini tidak hanya memperkuat ekonomi daerah tetapi juga memberikan dampak positif terhadap neraca perdagangan Indonesia.
Data terbaru dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mencatat bahwa ekspor perikanan nasional mencapai nilai sekitar Rp1 triliun selama periode 24 Maret hingga 2 April 2025.
Sulawesi Utara, dengan kekayaan sumber daya lautnya, berperan penting dalam pencapaian ini, terutama melalui komoditas unggulan seperti tuna, udang, dan rumput laut.
Baca Juga: Cadangan Devisa Indonesia Capai USD 157,1 Miliar pada Akhir Maret 2025
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sulut, Dr. Maria Lumentut, menyatakan bahwa pertumbuhan ini didukung oleh peningkatan kapasitas produksi, modernisasi alat tangkap, dan pelatihan bagi nelayan lokal.
"Kami fokus pada peningkatan kualitas produk dan efisiensi proses produksi untuk memenuhi standar ekspor internasional," ujarnya.
Selain itu, pemerintah daerah juga mendorong pengembangan industri pengolahan hasil perikanan untuk meningkatkan nilai tambah produk sebelum diekspor.
Baca Juga: Mendag: Investasi Kunci Hadapi Tantangan Tarif Global
Langkah ini diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Dukungan infrastruktur seperti pelabuhan perikanan yang memadai dan sistem logistik yang efisien turut memperlancar proses ekspor dari Sulawesi Utara ke berbagai negara tujuan, termasuk Jepang, Amerika Serikat, dan negara-negara di Eropa.
Dengan strategi yang terintegrasi antara pemerintah pusat dan daerah, serta partisipasi aktif pelaku usaha dan masyarakat, sektor perikanan Sulawesi Utara diproyeksikan akan terus tumbuh dan menjadi pilar penting dalam perekonomian nasional.
Artikel Terkait
Jawa Tengah Tampil Sebagai Magnet Investasi di Indonesia Investment Summit 2025
Ekspor Perikanan Sulawesi Utara Menjangkau 42 Negara, Raih Nilai Tertinggi Rp2,6 Triliun
Cadangan Devisa Indonesia Capai USD 157,1 Miliar pada Akhir Maret 2025
Indonesia dan Tiongkok Perkuat Kolaborasi Pengembangan SDM Industri Berdaya Saing Global
Indonesia-Tiongkok Perkuat Kolaborasi SDM Industri Lewat Kelas Mandarin di Politeknik ATK Yogyakarta