IFA.id -- Pemerintah Indonesia dan Republik Rakyat Tiongkok (RRT) terus mempererat kerja sama strategis dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) industri yang kompeten dan berdaya saing global.
Menteri Perindustrian RI, Agus Gumiwang Kartasasmita, menyatakan bahwa hubungan bilateral yang telah terjalin selama 75 tahun menjadi dasar kuat bagi kolaborasi di sektor industri.
Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) telah menjalin kemitraan dengan berbagai perusahaan dan institusi pendidikan dari Tiongkok.
Baca Juga: Perikanan Sulawesi Utara Tumbuh Pesat, Dorong Ekonomi Daerah dan Ekspor Nasional
Salah satu inisiatif terbaru adalah pembukaan kelas Bahasa Mandarin di Politeknik ATK Yogyakarta, bagian dari program "Luban-Mozi College," hasil kerja sama dengan Sailun Group dan Qingdao Technical College (QTC).
Kepala BPSDMI, Masrokhan, menekankan bahwa program ini merupakan langkah awal dari kerja sama yang baik antara kedua institusi, menunjukkan perhatian bersama dalam pengembangan SDM industri.
"Dengan dibukanya kelas bahasa Mandarin ini, diharapkan mahasiswa memiliki peluang lebih besar untuk melakukan praktik kerja industri maupun bekerja di Tiongkok," ujarnya.
Selain itu, kerja sama antara Kemenperin dan Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi (MIIT) RRT mencakup pengembangan sektor manufaktur, pertukaran informasi teknologi, serta pelatihan dan pendidikan untuk meningkatkan kapasitas SDM industri.
Baca Juga: Cadangan Devisa Indonesia Capai USD 157,1 Miliar pada Akhir Maret 2025
Perjanjian ini bertujuan untuk memperkuat kerja sama di sektor industri manufaktur selama lima tahun ke depan dan dapat diperpanjang.
Kerja sama ini juga mencakup promosi pelaksanaan proyek kerja sama yang saling menguntungkan, intensifikasi program pengembangan SDM industri dalam bentuk peningkatan kapasitas, pendidikan, pelatihan, penelitian akademis, dan kegiatan berbagi pengetahuan.
Hal ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing industri Indonesia di kancah global.
Dengan sinergi yang terjalin antara Indonesia dan Tiongkok, diharapkan pengembangan SDM industri yang unggul dapat terwujud, mendukung pertumbuhan sektor industri nasional, dan memperkuat posisi Indonesia dalam perekonomian global.
Artikel Terkait
Jawa Tengah Tampil Sebagai Magnet Investasi di Indonesia Investment Summit 2025
Ekspor Perikanan Sulawesi Utara Menjangkau 42 Negara, Raih Nilai Tertinggi Rp2,6 Triliun
Cadangan Devisa Indonesia Capai USD 157,1 Miliar pada Akhir Maret 2025
Perikanan Sulawesi Utara Tumbuh Pesat, Dorong Ekonomi Daerah dan Ekspor Nasional
Indonesia-Tiongkok Perkuat Kolaborasi SDM Industri Lewat Kelas Mandarin di Politeknik ATK Yogyakarta