IFA.id -- Pada Jumat, 21 Maret 2025, harga emas spot mengalami penurunan 1% ke US$3.015,43 per ons, sementara emas berjangka AS turun 0,7% ke US$3.021,40 per ons.
Penurunan ini disebabkan oleh aksi ambil untung (profit-taking) setelah emas mencapai rekor US$3.057,21, serta penguatan dolar AS yang membuat emas lebih mahal bagi pembeli di luar AS.
Selain emas, logam mulia lainnya juga mengalami koreksi. Perak spot turun 1,7% ke US$32,97 per ons, platinum turun 1,1% ke US$973,45 per ons, sementara palladium naik tipis 0,1% ke US$953,14 per ons.
Meskipun terjadi koreksi, tren bullish emas diperkirakan masih berlanjut. Ketidakpastian geopolitik meningkatkan permintaan aset safe-haven seperti emas, dan prospek pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed) juga mendukung kenaikan harga emas.
Baca Juga: Perbaikan Jalan Berlubang di Jalur Pantura Cirebon Menjelang Arus Mudik Lebaran
The Fed baru-baru ini mempertahankan suku bunga, namun mengindikasikan kemungkinan dua kali pemotongan sebelum akhir tahun.
Pasar saat ini memperkirakan pemangkasan sebesar 71 basis poin pada 2025, yang dapat mengurangi biaya peluang untuk memegang aset tanpa imbal hasil seperti emas.
Analis Marex, Edward Meir, menyatakan bahwa pasar sedang mengambil napas setelah kenaikan sebelumnya, dengan aksi profit-taking dan dolar yang lebih kuat sebagai faktor utama koreksi harga emas saat ini.
Artikel Terkait
Rest Area Jateng Agro Berdikari KM 445B Resmi Dibuka untuk Sambut Pemudik
Pemprov Jabar Gelar Operasi Pasar Bersubsidi Jelang Lebaran untuk Stabilkan Harga
50.000 Bibit Pohon Ditanam untuk Hijaukan Kawasan Puncak Bogor
KKB Serang dan Bakar Rumah Dinas di Yahukimo, Satu Guru Tewas
Perbaikan Jalan Berlubang di Jalur Pantura Cirebon Menjelang Arus Mudik Lebaran