IFA.id -- PT Hutama Karya (Persero) berhasil mencatatkan perolehan kontrak baru senilai Rp34,8 triliun sepanjang tahun 2024.
Angka ini mengalami kenaikan sebesar 12,8% dibandingkan tahun sebelumnya, menunjukkan kinerja perusahaan yang semakin solid di sektor konstruksi dan infrastruktur.
Peningkatan ini mencerminkan keberhasilan strategi perusahaan dalam memperluas cakupan proyek serta memperkuat daya saingnya di industri.
Direktur Utama Hutama Karya, Budi Harto, menyatakan bahwa selain pertumbuhan kontrak baru, pendapatan perusahaan juga mengalami kenaikan signifikan.
Baca Juga: Gubernur Jawa Barat Hapus Tunggakan Pajak Kendaraan, Ringankan Beban Warga
Pada tahun 2024, pendapatan perusahaan mencapai Rp30,3 triliun, naik 12,4% dibandingkan tahun sebelumnya.
Selain itu, EBITDA perusahaan juga tumbuh sebesar 21,3% menjadi Rp4,3 triliun, mencerminkan efisiensi operasional dan profitabilitas yang semakin kuat.
Dalam hal posisi keuangan, total aset Hutama Karya mengalami pertumbuhan 15,5%, mencapai Rp196 triliun pada tahun 2024.
Sementara itu, ekuitas perusahaan juga meningkat menjadi Rp138 triliun, atau naik 18,3% dibandingkan tahun sebelumnya.
Baca Juga: Gubernur BI Ungkap Ketidakpastian Global Dorong Investor Beralih ke Emas
Kenaikan ini mencerminkan fundamental keuangan yang semakin kokoh, memungkinkan perusahaan untuk terus mengembangkan proyek infrastruktur strategis.
Sebagai bagian dari ekspansi bisnisnya, Hutama Karya juga ditunjuk sebagai pemenang proyek BUP KPBU Pembangunan Flyover Panorama I (Sitinjau Lauik I) di Provinsi Sumatera Barat.
Proyek ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan konektivitas nasional, terutama di wilayah yang memiliki tantangan geografis.
Kedua proyek KPBU yang dikerjakan perusahaan menggunakan skema Design, Build, Finance, Operate, Maintain, and Transfer (DBFOMT), yang memungkinkan efisiensi dalam pembangunan dan pengelolaan infrastruktur.
Artikel Terkait
NFA Pastikan Kualitas Beras Bulog Terjaga dan Aman Dikonsumsi
Wamenkeu Ajak BNPB Perkuat Pengelolaan Pooling Fund Bencana
Penting! Begini Cara Mendidik Anak dengan Kasih Sayang dalam Islam agar Tumbuh Menjadi Anak Saleh
Gubernur BI Ungkap Ketidakpastian Global Dorong Investor Beralih ke Emas
Gubernur Jawa Barat Hapus Tunggakan Pajak Kendaraan, Ringankan Beban Warga