Kamis, 4 Juni 2026

Hutama Karya Raih Kontrak Baru Senilai Rp34,8 Triliun

- Jumat, 21 Maret 2025 | 22:00 WIB
Hutama Karya raih kontrak baru Rp34,8 triliun, catat pertumbuhan pendapatan dan ekspansi proyek infrastruktur strategis di 2024. (Foto/PT Hutama Karya (Persero))
Hutama Karya raih kontrak baru Rp34,8 triliun, catat pertumbuhan pendapatan dan ekspansi proyek infrastruktur strategis di 2024. (Foto/PT Hutama Karya (Persero))

IFA.id -- PT Hutama Karya (Persero) berhasil mencatatkan perolehan kontrak baru senilai Rp34,8 triliun sepanjang tahun 2024.

Angka ini mengalami kenaikan sebesar 12,8% dibandingkan tahun sebelumnya, menunjukkan kinerja perusahaan yang semakin solid di sektor konstruksi dan infrastruktur.

Peningkatan ini mencerminkan keberhasilan strategi perusahaan dalam memperluas cakupan proyek serta memperkuat daya saingnya di industri.

Direktur Utama Hutama Karya, Budi Harto, menyatakan bahwa selain pertumbuhan kontrak baru, pendapatan perusahaan juga mengalami kenaikan signifikan.

Baca Juga: Gubernur Jawa Barat Hapus Tunggakan Pajak Kendaraan, Ringankan Beban Warga

Pada tahun 2024, pendapatan perusahaan mencapai Rp30,3 triliun, naik 12,4% dibandingkan tahun sebelumnya.

Selain itu, EBITDA perusahaan juga tumbuh sebesar 21,3% menjadi Rp4,3 triliun, mencerminkan efisiensi operasional dan profitabilitas yang semakin kuat.

Dalam hal posisi keuangan, total aset Hutama Karya mengalami pertumbuhan 15,5%, mencapai Rp196 triliun pada tahun 2024.

Sementara itu, ekuitas perusahaan juga meningkat menjadi Rp138 triliun, atau naik 18,3% dibandingkan tahun sebelumnya.

Baca Juga: Gubernur BI Ungkap Ketidakpastian Global Dorong Investor Beralih ke Emas

Kenaikan ini mencerminkan fundamental keuangan yang semakin kokoh, memungkinkan perusahaan untuk terus mengembangkan proyek infrastruktur strategis.

Sebagai bagian dari ekspansi bisnisnya, Hutama Karya juga ditunjuk sebagai pemenang proyek BUP KPBU Pembangunan Flyover Panorama I (Sitinjau Lauik I) di Provinsi Sumatera Barat.

Proyek ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan konektivitas nasional, terutama di wilayah yang memiliki tantangan geografis.

Kedua proyek KPBU yang dikerjakan perusahaan menggunakan skema Design, Build, Finance, Operate, Maintain, and Transfer (DBFOMT), yang memungkinkan efisiensi dalam pembangunan dan pengelolaan infrastruktur.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Shinta Sukmawati Khiran

Sumber: wartaekonomi.co.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ekonomi Syariah 5.0: Revolusi Halal di Era Digital

Kamis, 9 Oktober 2025 | 11:34 WIB

Terpopuler

X