tafaquh

Syekh Nawawi al-Bantani: Ulama dari Banten yang Jadi Guru Dunia

Selasa, 26 Agustus 2025 | 20:08 WIB
Humanisme dalam Tafsir Syekh Nawawi al-Bantani

Wafat dan Warisan Abadi

Syekh Nawawi wafat pada tahun 1897 di Mekkah. Jenazahnya dimakamkan di Ma’la, dekat makam Ummul Mukminin Khadijah. Hingga kini, makamnya sering diziarahi oleh jamaah haji dan umrah, termasuk dari Indonesia.

Namun, lebih dari sekadar makam, warisan sejati Nawawi adalah ilmunya. Ratusan tahun berlalu, tetapi kitab-kitabnya tetap diajarkan, dikaji, dan dijadikan rujukan. Murid-muridnya melanjutkan perjuangan, dan namanya tetap harum di dunia Islam.

Relevansi di Era Modern

Di era digital, pemikiran Syekh Nawawi tetap relevan. Banyak peneliti menulis ulang, menerbitkan e-book, dan membuat kajian online tentang karyanya.

Santri di pesantren masih mengaji kitabnya. Akademisi di kampus masih meneliti kontribusinya. Bahkan, sebagian kitabnya sudah diterjemahkan ke bahasa Indonesia dan Inggris.

Nawawi memberi pesan bahwa ilmu yang ditulis dengan keikhlasan akan bertahan lintas zaman.

Di IFA.id, kami percaya, Syekh Nawawi al-Bantani adalah contoh nyata ulama Nusantara yang mendunia. Dari kampung kecil di Banten, ia menembus batas geografis, mengajar di Masjidil Haram, menulis ratusan kitab, dan melahirkan murid-murid yang jadi tokoh bangsa.

Kisah hidupnya adalah inspirasi bagi kita semua: bahwa ketekunan, ilmu, dan keikhlasan bisa mengangkat derajat seseorang hingga dikenal di seluruh dunia.

 

Halaman:

Tags

Terkini

Keajaiban Sabar dalam Hidup Muslim

Sabtu, 29 November 2025 | 20:47 WIB

Mengapa Sabar Membuka Jalan Kelapangan?

Sabtu, 29 November 2025 | 20:47 WIB

Sabar: Ujian Berat, Pahala Tanpa Batas

Sabtu, 29 November 2025 | 20:46 WIB

Dampak Sabar pada Ketenangan Jiwa

Sabtu, 29 November 2025 | 20:46 WIB

Sabar, Perisai dari Ujian Hidup

Sabtu, 29 November 2025 | 20:46 WIB

Sabar dan Kekuatan Mental Mukmin

Sabtu, 29 November 2025 | 20:46 WIB