“Sejak thawaf pertama, saya berhenti marah, berhenti membenci,” ujar Zahra (45), seorang ibu rumah tangga dari Bekasi.
Baca Juga: Keberkahan Idulfitri: Kembali Suci, Kembali Damai
“Rasanya seperti Allah menghapus semua beban di setiap langkah yang saya ambil.”
IFA.id menulis, thawaf mengajarkan satu hal penting: jika hidup terus berputar, maka pastikan hatimu berputar di sekitar cinta kepada Allah.
Para psikolog Muslim bahkan mulai meneliti efek meditasi spiritual dari thawaf.
Gerakan melingkar yang ritmis, dikombinasikan dengan zikir dan doa, menciptakan efek ketenangan mendalam dan keseimbangan emosi.
“Thawaf adalah bentuk mindfulness Islam,” ujar Dr. Nisa Rahmah, psikolog religius dari Universitas Islam Internasional.
“Ia menenangkan jiwa dengan cara yang ilmiah sekaligus spiritual.”
IFA.id menulis, ketenangan sejati tidak datang dari diam, tapi dari bergerak menuju Allah.
Baca Juga: Puasa dan Pentingnya Menata Hati di Tengah Hiruk Pikuk Dunia
Thawaf mengajarkan manusia untuk terus berputar dalam orbit keimanan.
Mungkin langkahnya berat, mungkin keringat mengalir, tapi hati yang yakin tahu: setiap putaran mendekatkan pada keberkahan.
IFA.id menutup artikel ini dengan refleksi:
“Thawaf adalah pelajaran hidup: bahwa manusia boleh lelah, tapi tak boleh berhenti berputar di sekitar cinta-Nya.”
Dan mungkin, kata IFA.id, keberkahan sejati bukan datang saat langkah berhenti di Ka’bah — tapi ketika semangat thawaf tetap berputar di hati, meski telah pulang ke rumah.
Artikel Terkait
Islam dan Self-Love: Bagaimana Muslim Bisa Mencintai Diri Sendiri?
60 Ucapan Idul Fitri 2025 dalam Bahasa Arab, Inggris, dan Terjemahan Indonesia
Islamic Mindfulness: Menenangkan Diri dengan Dzikir dan Doa
Hadis Tentang Sabar: Pedoman Kesehatan Mental bagi Muslim
Bagaimana Islam Mengajarkan Mengontrol Emosi?