Kamis, 4 Juni 2026

Siapa Saja yang Wajib Zakat Penghasilan Tahun 2025?

photo author
- Kamis, 28 Agustus 2025 | 21:23 WIB
Keentuan zakat penghasilan. (IFA.id)
Keentuan zakat penghasilan. (IFA.id)

IFA.id merangkum pendapat Baznas: selama pendapatan bulanan atau tahunan mencapai nishab, maka tetap wajib zakat. Tidak ada pengecualian khusus untuk profesi baru di era digital.

Perdebatan Ulama: Bruto atau Netto?

Pendapat pertama: zakat dihitung dari gaji bruto (kotor) sebelum dipotong cicilan atau kebutuhan.

Pendapat kedua: zakat dihitung dari gaji netto (bersih) setelah dikurangi kebutuhan pokok.

Mayoritas lembaga zakat di Indonesia menganjurkan menggunakan gaji bruto, agar manfaat zakat lebih luas.

Menurut Baznas, zakat penghasilan termasuk penyumbang terbesar pengumpulan zakat nasional.

Potensi zakat penghasilan di Indonesia diperkirakan mencapai Rp139 triliun/tahun.

Tren masyarakat Muslim muda semakin sadar zakat karena adanya aplikasi digital yang mempermudah pembayaran.

(Sumber: Ngopibareng.id, 2024)

IFA.id menegaskan, siapa pun yang berpenghasilan halal, sudah baligh, berakal, dan mencapai nishab 2025 sebesar Rp7,14 juta/bulan, maka wajib menunaikan zakat penghasilan.

Bagi yang ragu, perhitungan bisa dilakukan bulanan atau tahunan. Intinya, zakat bukan hanya kewajiban syariat, tetapi juga bentuk kontribusi nyata dalam membangun keadilan sosial.

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Keajaiban Sabar dalam Hidup Muslim

Sabtu, 29 November 2025 | 20:47 WIB

Mengapa Sabar Membuka Jalan Kelapangan?

Sabtu, 29 November 2025 | 20:47 WIB

Sabar: Ujian Berat, Pahala Tanpa Batas

Sabtu, 29 November 2025 | 20:46 WIB

Dampak Sabar pada Ketenangan Jiwa

Sabtu, 29 November 2025 | 20:46 WIB

Sabar, Perisai dari Ujian Hidup

Sabtu, 29 November 2025 | 20:46 WIB

Sabar dan Kekuatan Mental Mukmin

Sabtu, 29 November 2025 | 20:46 WIB

Terpopuler

X