Tidur siang juga bermanfaat dalam menjaga kestabilan metabolisme tubuh. Tidur siang yang singkat dapat membantu mengurangi stres dan menurunkan kadar hormon kortisol, yang dikenal sebagai hormon stres.
Selain itu, tidur siang yang cukup dapat menurunkan risiko penyakit jantung, meningkatkan daya tahan tubuh, dan mengurangi rasa lelah yang sering mengganggu aktivitas harian.
Baca Juga: Kesehatan dan Pengobatan dalam Tradisi Islam: Perspektif Holistik Berdasarkan Dalil
Namun, qailullah dalam tradisi Islam bukanlah tidur yang berlarut-larut atau berlebihan, tetapi tidur yang singkat namun berkualitas.
Nabi Muhammad SAW sendiri biasa tidur siang sejenak, lalu melanjutkan aktivitasnya dengan semangat.
Ini juga mengajarkan umatnya untuk menghindari tidur berlebihan yang bisa menyebabkan malas dan mengganggu aktivitas ibadah.
Baca Juga: Destinasi Wisata Religi yang Cocok untuk Anak Muda: Menyatu dengan Keindahan dan Spiritualitas
Tidur siang juga memiliki manfaat produktivitas yang signifikan. Dalam kehidupan sehari-hari yang penuh dengan aktivitas, qailullah menjadi cara untuk mengisi ulang energi dengan cepat.
Tidur sejenak pada waktu yang tepat dapat meningkatkan fokus dan konsentrasi, yang pada gilirannya akan mendukung produktivitas dalam bekerja, belajar, atau beribadah.
Dengan demikian, qailullah tidak hanya menjadi amalan sunnah, tetapi juga strategi untuk mengoptimalkan kualitas hidup secara fisik dan mental.
Baca Juga: Wisata Religi Daerah Cirebon: Menelusuri Jejak Sejarah Islam dan Keberagaman Budaya
Secara keseluruhan, qailullah merupakan tradisi yang memberikan banyak manfaat, baik untuk kesehatan maupun produktivitas.
Dalam Islam, tidur siang menjadi salah satu cara untuk menjaga tubuh agar tetap sehat dan fit dalam menghadapi aktivitas sehari-hari, serta untuk meningkatkan kualitas ibadah.
Dengan mengamalkan sunnah ini, umat Islam tidak hanya memperoleh manfaat kesehatan, tetapi juga merasakan kemudahan dalam melaksanakan berbagai tugas dan pekerjaan dengan lebih baik.
(Darin Anastasia)